Ilustrasi trauma (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Trauma adalah kata yang tampak singkat, tetapi membawa beban sangat dalam bagi siapa pun yang pernah mengalaminya. Luka batin dari peristiwa traumatis bisa menghantui pikiran, memicu ketakutan, dan mengurangi kualitas hidup secara emosional maupun fisik. Untuk itulah, upaya sadar dan langkah bijak sangat diperlukan agar trauma tidak menjadi beban yang berkepanjangan.
Melansir dari laman rsj.acehprov.go.id, terdapat beberapa cara efektif untuk mengatasi trauma yang mengganggu kesehatan mental, mulai dari menerima dukungan sosial hingga menyediakan ruang untuk merawat diri sendiri. Sementara itu, portal kesehatan Hello Sehat menyajikan beberapa strategi tambahan untuk "menghilangkan trauma" secara perlahan seperti melalui pendekatan emosional, gaya hidup, dan dukungan lingkungan.
Memang tidak ada satu satu cara mutlak yang cocok untuk semua orang. Namun, dengan memahami beberapa langkah praktis dan manusiawi berikut, kita bisa memilih jalan menuju pemulihan dengan lebih lembut dan penuh kasih terhadap diri sendiri.
Berikut 6 langkah praktik untuk mengatasi trauma:
1. Terima dan Akui Perasaan yang Muncul
Menghindari atau menekan emosi, seperti kesedihan, kemarahan, atau rasa takut justru bisa memperpanjang penderitaan. Disarankan agar kita mengizinkan diri sendiri merasakan dan menerima apa yang muncul sebagai bagian dari proses penyembuhan.
2. Bangun Dukungan Sosial dan Tidak Terlalu Menyendiri
Sahabat, keluarga, atau komunitas bisa menjadi jembatan pelipur lara dalam masa-masa susah. Tidak harus langsung bercerita tentang trauma, cukup kehadiran mereka bisa menguatkan. Kebiasaan menyendiri yang berlebihan bisa memperparah kondisi mental.
3. Merawat Tubuh Lewat Aktivitas Fisik dan Pola Hidup Sehat
Olahraga rutin, makan seimbang, tidur cukup, semua ini bukan sekadar gaya hidup sehat biasa, tetapi fondasi pemulihan psikologis. Olahraga dapat membantu menurunkan stres pascatrauma melalui pelepasan hormon endorfin.
4. Tuliskan Pikiran dan Pengalaman Lewat Jurnal atau Ekspresi Kreatif
Menulis jurnal, melukis, atau media ekspresi lain membantu "mengeluarkan" beban batin yang sulit diungkap lisan. Dengan merawat diri secara emosional termasuk memasukkan ruang untuk refleksi pribadi dan ekspresi.
5. Fokus pada Self-Love dan Hentikan Menyalahkan Diri secara Terus-menerus
Trauma sering menanamkan rasa bersalah atau malu. Berhenti menyalahkan diri sendiri menjadi langkah penting agar bisa membuka diri untuk dukungan dan pemulihan.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
