
Ilustrasi kerokan. (Freepik)
JawaPos.com - Kamu mungkin menganggap kerokan hanya sebagai pengobatan tradisional yang dilakukan saat masuk angin. Namun, tahukah kamu, dibalik kesederhanaannya, kerokan memiliki potensi manfaat medis yang cukup mengejutkan?.
Meskipun penelitian ilmiahnya masih terbatas, beberapa studi awal menunjukkan bahwa teknik ini bisa jadi lebih dari sekadar menghilangkan pegal-pegal. Kerokan diduga mampu menghasilkan efek antinyeri, antiradang, dan bahkan meningkatkan kinerja sistem kekebalan tubuh.
Metode yang dalam dunia medis dikenal sebagai Gua Sha ini dipercaya dapat melancarkan aliran darah dan mengurangi peradangan. Alih-alih hanya berfokus pada mitos, mari kita lihat apa saja manfaat kerokan yang sudah ditelaah secara medis.
Mungkin setelah ini, kamu akan melihat kerokan sebagai salah satu alternatif pengobatan yang layak dicoba, tentunya dengan tetap berhati-hati dan berkonsultasi dengan ahli.
Berikut 7 manfaat dari kerokan seperti dirangkum dari laman Alo Dokter dan Klik Dokter!
Jika kamu sering mengalami sakit kepala, terutama migrain atau sakit kepala yang terasa berdenyut, kerokan bisa menjadi salah satu alternatif untuk meredakannya.
Namun, perlu diingat bahwa manfaat ini belum diketahui untuk nyeri punggung yang disebabkan oleh cedera, saraf terjepit, atau masalah tulang belakang yang lebih serius.
Wanita yang memasuki masa perimenopause sering mengalami gejala seperti insomnia, menstruasi tidak teratur, kecemasan, kelelahan ekstrem, dan hot flush. Sebuah studi menemukan bahwa wanita yang menjalani terapi kerokan selama 15 menit, seminggu sekali, mengalami gejala yang lebih minim. Ini menunjukkan potensi kerokan sebagai terapi pelengkap untuk mengatasi ketidaknyamanan selama perimenopause.
Meskipun masih butuh banyak penelitian, kerokan diduga memiliki potensi untuk mengurangi peradangan hati. Dalam sebuah kasus, seorang pria dengan kadar enzim hati yang tinggi, indikasi adanya peradangan, mengalami penurunan kadar enzim yang signifikan hanya dua hari setelah menjalani terapi kerokan. Ini membuka kemungkinan baru bahwa kerokan dapat membantu meredakan peradangan pada organ vital ini.
Sindrom Tourette ditandai dengan gerakan atau suara tiba-tiba dan tidak disengaja. Kombinasi kerokan dengan terapi lain, seperti akupunktur, herbal, dan perubahan gaya hidup, ditemukan dapat mengurangi gejala sindrom ini hingga 70 persen. Meskipun hasilnya menjanjikan, para ahli masih membutuhkan banyak studi lanjutan untuk memastikan efektivitasnya secara pasti.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Fulham vs AFC Wimbledon di EFL Cup 2026/2027: Misi Bangkit The Cottagers
Tak Terbukti Terima Uang dan Perkaya Diri Sendiri, Eks Kabaranahan Kemhan Tetap Dihukum 2,5 Tahun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete di Kualifikasi Liga Europa 2026/2027: Kans Lolos O Ómilos!
