Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Juli 2025 | 18.43 WIB

Prevalensi Infeksi Saluran Pernapasan Atas Bapil Pada Anak Capai 28%, Bantu Beri Penanganan Tepat

Photo

Prevalensi Infeksi Saluran

JawaPos.com - Batuk pilek merupakan kondisi yang sering dialami anak-anak di usia sekolah. Berdasarkan riset Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, prevalensi Infeksi Saluran Pernapasan Atas yang mencakup batuk pilek (berdasarkan diagnosa dan gejala) pada anak di rentang usia 5-14 tahun mencapai 28,6%.

Sementara data National Library of Medicine menyebut anak dapat mengalami batuk pilek sebanyak 6 hingga 10 kali dalam setahun, dengan durasi rata-rata 1–2 minggu per episode. Artinya, seorang anak berisiko mengalami hingga 100 hari batuk pilek dalam satu tahun. Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi kualitas kesehatan anak, tetapi juga dapat mengganggu tidur, nafsu makan anak, hingga aktivitas sekolah.

OBH Combi, sebagai obat batuk dalam kemasan di Indonesia, kini menghadirkan inovasi terbarunya: OB Combi Anak Batuk Pilek dengan rasa stroberi yang diformulasikan khusus untuk efektif redakan gejala batuk pilek tanpa demam pada anak.

“Sebagai brand yang telah menemani keluarga Indonesia dari generasi ke generasi selama lebih dari lima dekade, OBH Combi dikenal atas keahliannya dalam menangani berbagai jenis kondisi batuk. Kepercayaan ini menjadi landasan bagi kami untuk terus berinovasi dan menghadirkan solusi yang relevan,” ujar Direktur Combiphar Weitarsa Hendarto dalam keterangannya, dikutip Kamis (31/7).

Kehadiran OB Combi Anak Batuk Pilek melengkapi rangkaian produk OBH Combi Anak, setelah sebelumnya hadir varian Batuk Flu yang ditujukan untuk meredakan gejala batuk, flu dan demam. Diformulasikan dengan kombinasi Pseudoephedrine HCI, Dextromethorphan HBr, dan Chlorphenamine Maleate, produk ini efektif membantu meredakan batuk kering, hidung tersumbat, dan bersin.

"Dengan rasa stroberi, yang membuat pengalaman minum obat bebas drama, dan harga terjangkau, kami berharap produk ini dapat mendampingi ibu memberikan penanganan tepat sejak awal—agar si kecil cepat pulih dan kembali aktif. Kalahkan Bapil, Si Kecil Aktif Lagi," kata GM Marketing Consumer Healthcare Combiphar, Sandi Wijaya.

Pentingnya orang tua untuk peka dan segera mengatasi batuk pilek pada anak, disampaikan dr. Kanya Ayu Paramastri Sp.A, Dokter Spesialis Anak. Menurutnya, batuk pilek yang tidak disertai demam memang terlihat ringan, tapi jika tidak ditangani dengan tepat dan cepat, bisa mengganggu aktivitas anak, seperti tidur, makan, bahkan kehadiran di sekolah.

Tentunya ini dapat mengganggu tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Tak hanya itu, dalam beberapa kasus, batuk pilek yang tidak tertangani juga bisa berkembang ke penyakit pernapasan lainnya. Karena itu, penting bagi orang tua untuk segera mengenali gejala lebih awal dan memberikan penanganan yang akurat sejak dini, salah satunya dengan memberikan obat sesuai gejala yang dialami.

"Dengan penanganan yang tepat, proses pemulihan bisa berlangsung lebih cepat, sehingga anak dapat kembali beraktivitas,” ucapnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore