Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Maret 2025 | 23.21 WIB

8 Makanan yang Bisa Mengakibatkan Sakit Maag dan Perlu Dihindari agar Tidak Semakin Parah

Ilustrasi makanan yang mengakibatkan sakit maag/freepik.com - Image

Ilustrasi makanan yang mengakibatkan sakit maag/freepik.com

5. Makanan pedas

Makanan pedas sering dianggap sebagai pemicu mulas, walaupun bagaimana tepatnya hal ini berkontribusi pada sakit maag masih belum sepenuhnya dipahami. Sebuah penelitian pada penderita GERD menunjukkan bahwa kapsul cabai mampu meningkatkan relaksasi lambung yang kemudian dapat memperburuk refluks asam dan memicu mulas.

Studi tersebut menunjukkan bahwa konsumsi cabai bisa meningkatkan sensasi terbakar dan memperburuk gejala mulas, lebih parah dibandingkan dengan plasebo. Penelitian lain pada 4.633 orang dewasa di Iran menemukan bahwa pria yang makan makanan pedas lebih sering mengalami sakit maag, walau temuan ini tidak berlaku pada wanita. Makanan pedas juga mampu mengiritasi kerongkongan yang meradang dan memperburuk gejala.

6. Bawang bombay

Bawang bombay terutama yang mentah, sering menjadi pemicu sakit maag, terutama bagi penderita GERD. Memang tidak sepenuhnya jelas penyebabnya, namun banyak yang melaporkan rasa mulas setelah mengonsumsinya. Sebuah studi pada 1990-an menemukan bahwa makan hamburger dengan bawang bombay memperburuk gejala sakit maag dibandingkan tanpa bawang.

Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan demi memastikan apakah semua penderita sakit maag perlu menghindarinya. Selain itu, bawang bombay mengandung FODMAP, karbohidrat yang susah dicerna tubuh dan dapat memperburuk masalah pencernaan bagi yang sensitif.

7. Kopi dan minuman berkafein

Beberapa orang mungkin merasakan sakit maag usai minum kopi atau minuman berkafein lainnya. Kafein dapat mengendurkan sfingter esofagus bagian bawah, meningkatkan risiko refluks asam dan mulas. Selain itu, kopi juga mampu merangsang produksi asam lambung yang bisa memperburuk gejala maag.

Sayanhnya, tidak semua penelitian menemukan hubungan langsung antara kopi dan gejala refluks asam. Sebuah studi yang melibatkan 1.837 orang, termasuk 25% penderita GERD, tidak menemukan kaitan signifikan antara konsumsi kopi dan gejala GERD. Meski hasilnya masih bervariasi, jika kopi tidak memicu masalah bagimu, maka tak perlu khawatir. Tetapi, apabila kopi memperburuk refluks atau mulas, sebaiknya batasi atau hindari konsumsi kopi.

8. Soda dan minuman berkarbonasi

Banyak orang mengalami mulas setelah minum soda atau minuman berkarbonasi. Penelitian menyatakan bahwa minuman ini mampu mengendurkan sfingter esofagus dan menambah keasaman asam lambung yang meningkatkan risiko sakit maag. Minuman ringan bahkan diketahui sebagai pemicu utama sakit maag di malam hari yang disebut sakit maag nokturnal.

Beberapa studi menghubungkan konsumsi soda dengan gejala GERD yang memburuk. Sebagai contoh, satu penelitian menemukan bahwa orang yang minum minuman berkarbonasi punya risiko 69% lebih tinggi mengalami refluks asam. Jika kamu merasa sakit maag muncul setelah minum soda, maka coba batasi atau hindari minuman berkarbonasi untuk meredakan gejala.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore