SEGERA KE DOKTER: Keluhan nyeri dada menjadi salah satu pertanda ada masalah pada jantung dan pembuluh darah. Saat ini banyak dewasa muda yang berobat ke dokter jantung.
JawaPos.com – Nyeri dada sering kali menjadi hal yang menakutkan, terutama ketika kita mengaitkannya dengan gangguan jantung yang serius.
Namun, tidak semua nyeri dada berasal dari masalah jantung. Salah satu penyebabnya bisa jadi gangguan asam lambung, yang gejalanya mirip dengan serangan jantung, sehingga banyak orang merasa cemas dan panik.
Meskipun sama-sama menyebabkan rasa sakit di dada, nyeri akibat asam lambung atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) sebenarnya lebih terkait dengan masalah pencernaan.
Dikutip dari laman artikel Heartology Cardiovascular Hospital, nyeri ini disebabkan oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan, yang memicu rasa perih dan tidak nyaman, terutama setelah makan atau saat tubuh dalam posisi tertentu, seperti berbaring atau membungkuk.
Berbeda dengan asam lambung, serangan jantung cenderung menimbulkan rasa berat atau tertekan di dada, yang bisa menjalar ke lengan, leher, atau rahang.
Gejala lainnya seperti sesak napas, mual, dan keringat dingin lebih sering terjadi pada serangan jantung, dan ini menjadi salah satu perbedaan signifikan yang bisa membantu Anda membedakannya.
Meski begitu, banyak orang keliru menyamakan keduanya karena adanya sensasi terbakar yang disebut heartburn.
Heartburn: Sensasi Terbakar yang Bukan Gejala Jantung
Pernah merasakan sensasi terbakar di dada yang kemudian hilang setelah beberapa saat? Itu bisa jadi heartburn, yang sering kali salah dikira sebagai gejala serangan jantung.
Heartburn ini sebenarnya adalah gangguan pencernaan yang disebabkan oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan. Meski rasa perihnya bisa sangat mengganggu, heartburn tidak membahayakan jiwa seperti halnya serangan jantung.
Dilansir dari Hello Sehat, heartburn dapat disertai dengan rasa pahit di mulut dan perut kembung. Kondisi ini sering kali terjadi setelah makan, terutama jika Anda makan dalam porsi besar atau makanan yang pedas.
Meski tidak memerlukan penanganan medis darurat, heartburn yang berulang tetap perlu mendapatkan perhatian agar tidak berkembang menjadi masalah pencernaan yang lebih serius.
Membedakan Gejala Asam Lambung dan Serangan Jantung
Untuk mempermudah cara membedakannya, Halodoc mengklasisikasinya menjadi tiga bagian:
1. Waktu Munculnya Nyeri: Nyeri dada akibat asam lambung biasanya terjadi setelah makan atau saat tubuh berada dalam posisi tertentu, seperti berbaring atau membungkuk. Sebaliknya, nyeri dada akibat serangan jantung bisa terjadi kapan saja, bahkan tanpa ada kaitan dengan waktu atau posisi tubuh.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
