ilustrasi seseorang insomnia. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com - Gelisah dan sulit tidur menjadi tanda anda mengalami insomnia. Kondisi ini menyebabkan penderitanya sulit hingga tidak bisa tidur sama sekali.
Insomnia yang terjadi sesekali bukanlah kondisi yang berbahaya. Akan tetapi, jika kondisi ini berlangsung dalam waktu yang lama, anda harus waspada.
Dilansir dari
dinkes.banjarkota.go.id insomnia atau kurang tidur bisa berdampak serius pada kesehatan jantung. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Mulai dari tekanan darah tinggi, kerusakan pembuluh darah, dan peradangan. Tak hanya itu, insomnia dapat berpengaruh pada ritme jantung dan meningkatkan risiko aritmia (gangguan yang terjadi pada irama jantung).
Sekadar informasi, inflamasi merupakan faktor risiko penting dalam penyakit kardiovaskular dan kurang tidur dapat meningkatkan produksi mediator inflamasi seperti interleukin-6 (IL-6) dan C-reactive protein (CRP).
Peningkatan kadar IL-6 dan CRP ini dapat merusak dinding pembuluh darah dan memicu aterosklerosis (penumpukan lemak, kolesterol, dan zat lain di dalam dan dinding arteri).
Selanjutnya, kurang tidur pun dapat mempengaruhi metabolisme glukosa dan meningkatkan resistensi insulin, yang berkontribusi pada risiko diabetes mellitus.
Durasi tidur yang pendek atau panjang berhubungan dengan peningkatan risiko diabetes loh.
Sementara itu, menurut laman
alodokter.com ada 9 cara mengatasi insomnia dengan tepat. Cek penjelasan berikut ini dengan saksama.
1. Luangkan Waktu untuk Relaksasi
Anda bisa mencoba berbagai metode relaksasi sebelum tidur, misalnya dengan melakukan yoga atau pilates. Aktivitas ini dapat memberikan ketenangan dan kenyamanan, sehingga Anda pun akan mudah terlelap.
Anda bisa melakukan beberapa aktivitas menenangkan, seperti membaca buku, mandi air hangat, dan mendengarkan musik dengan irama yang pelan juga dapat membuat Anda tidur lebih nyenyak.
2. Usahakan untuk Terus Berpikir Positif
Insomnia bisa lebih mudah dialami oleh orang yang sering cemas atau khawatir berlebihan.Untuk itu, cobalah selalu berpikir positif agar pikiran bisa lebih tenang. Salah satunya yaitu meditasi.
Jika merasa kesulitan, Anda bisa berkonsultasi ke psikolog atau psikiater untuk menjalani konseling dan psikoterapi. Salah satu metode psikoterapi yang banyak dilakukan untuk mengatasi susah tidur adalah terapi perilaku kognitif.
3. Konsumsi Makanan Sehat
Sebaiknya hindari mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak jenuh tinggi dan karbohidrat kompleks menjelang tidur. Pasalnya, jenis makanan tersebut dapat memperberat kerja sistem pencernaan, sehingga tubuh menjadi sulit beristirahat.
Jika Anda ingin mengonsumsi camilan di malam hari, pilihlah makanan ringan yang sehat, seperti cracker tawar atau yoghurt.
4. Kurangi Konsumsi Minuman Beralkohol dan Berkafein
Cara mengatasi insomnia lainnya adalah Anda perlu menghindari konsumsi minuman beralkohol, kopi, teh, dan minuman ringan yang mengandung kafein, terutama pada sore hari dan saat menjelang tidur. Nah, agar lebih sehat, Anda dapat menggantinya dengan susu atau air putih.
5. Hindari Merokok sebelum Tidur
Kandungan nikotin di dalam rokok dapat membuat Anda sulit tidur. Oleh sebab itu, hindari merokok sebelum tidur agar Anda tidak terjaga sepanjang malam.
6. Antisipasi Perubahan Jam Tidur saat Bepergian dan Bekerja
Bepergian ke tempat dengan perbedaan waktu yang signifikan atau tuntutan bekerja di malam hari, dapat mengganggu ritme sirkadian.
Ritme sirkadian merupakan mekanisme alami tubuh yang mengatur jadwal tidur dan bangun, metabolisme, serta suhu tubuh setiap hari. Apabila ritme sirkadian terganggu, Anda pun lebih berpotensi untuk mengalami insomnia.
Jadi, aturlah jadwal kegiatan Anda sehari-hari dan usahakan untuk tidur serta bangun di jam yang sama setiap hari.
7. Ciptakan Kamar Tidur yang Nyaman
Banyak orang merasa susah tidur karena bekerja, bermain game, atau melakukan berbagai aktivitas lain di kamarnya. Padahal, kamar tidur idealnya hanya digunakan untuk tidur. Sehingga, Anda perlu menerapkan sleep hygiene agar bisa lebih mudah tidur.
Caranya adalah dengan menempatkan meja belajar, komputer, dan televisi di luar kamar tidur, serta mengatur suhu hingga menyesuaikan pencahayaan agar kamar terasa nyaman untuk tidur.
Lalu, pilihlah bantal yang tidak terlalu tinggi agar tidak menyebabkan leher kaku saat bangun tidur. Jika Anda sedang hamil atau mengalami sakit punggung, aturlah posisi tidur dengan menyamping sambil menempatkan bantal di antara kedua kaki atau di bawah lutut.
8. Terapkan Gaya Hidup Sehat
Selain pola tidur yang baik, penerapan pola hidup sehat juga penting untuk dilakukan. Pola hidup ini dapat dilakukan dengan mengatur pola makan, mengurangi stres, dan berolahraga secara rutin selama 30 menit setiap harinya.
Beberapa pilihan olahraga yang bisa anda coba adalah dengan berenang, yoga, dan jogging. Hal ini dapat menjadi langkah yang baik demi meningkatkan kualitas tidur Anda.
9. Konsumsi Obat Tidur sesuai Resep Dokter
Obat-obatan untuk mengatasi insomnia sebaiknya hanya digunakan sesekali dan sesuai resep serta anjuran dokter.
Meski dapat membuat Anda terlelap, pemakaian obat tidur juga dapat mendatangkan risiko dan efek samping. Di antaranya, kecanduan, sulit konsentrasi, pusing dan sakit kepala, hingga perubahan mood.