
Penyebab Bullying menurut psikolog unair./Pexels/Keira Burton
JawaPos.com - Bullying, sebuah isu sosial yang merusak, kembali menjadi sorotan publik setelah beberapa insiden belakangan ini.
Menanggapi hal ini, Margaretha, pakar Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menyoroti kasus bullying yang terus mencuat dipermukaan.
Dikutip dari unair.ac.id pada Minggu (7/4), bahwa menurut Margaretha, terdapat beberapa penyebab terjadinya bullying, mulai dari pelaku maupun korban.
Latar belakang pelaku
Ia menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang melatarbelakangi seseorang berpotensi menjadi pelaku perundungan.
Untuk yang pertama adalah seseorang berpotensi menjadi pelaku ketika ia memiliki pengalaman kekerasan di rumah.
Sosialisasi secara tidak langsung dalam bentuk kekerasan yang dialami seseorang di rumah menciptakan individu yang beresiko menjadi pelaku perundungan.
“Jadi misalnya anak mengalami kekerasan di rumah. Apabila mereka tidak suka terhadap sesuatu, maka mereka akan memukul atau menggunakan kekerasan. Hal ini masuk dalam alam berpikirnya,” jelasnya.
Aspek interaksi sosial juga ikut andil menjadikan seseorang pelaku siksaan verbal. Misalnya, kedongkolan dengan teman sebaya.
Sedangkan secara internal individu, mereka yang menjadi pelaku perundungan cenderung merupakan orang yang gagap melerai permasalahan pribadinya.
“Selain itu, pelaku perundungan biasanya adalah orang yang kurang cakap menyelesaikan persoalan pribadi dan sosialnya, sehingga mereka menggunakan tindakan kekerasan sebagai cara yang sebenarnya tidak efektif, atau kekerasan sebagai pengalihan akibat tidak bisa menyelesaikan persoalan,” tambah Margaretha.
Korban yang resiko mengalami bullying
Adapun dari aspek korban perundungan, bahwa mereka yang cenderung menjadi sasaran merupakan individu yang sekurang-kurangnya dilihat dalam tiga hal.
Mulai dari mereka yang lemah dalam intergasi sosial, gagap dalam penyelesaian konflik, dan yang tak luput juga yakni mereka yang berkebutuhan khusus, seperti disabilitas.
Meskipun setiap orang berpotensi mengalami penganiayaan, namun resiko lebih tinggi terjadi pada mereka yang lemah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
