Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 31 Januari 2024 | 21.15 WIB

Social Anxiety atau Gangguan Kecemasan Sosial pada Remaja: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi remaja yang menyendiri karena anxiety./Pixabay - Image

Ilustrasi remaja yang menyendiri karena anxiety./Pixabay

JawaPos.com – Social Anxiety atau gangguan kecemasan sosial adalah jenis gangguan kecemasan yang menyebabkan rasa takut atau cemas berlebihan dalam situasi sosial.

Remaja yang mengalami gangguan ini akan kesulitan berbicara dengan orang lain, bertemu dengan orang baru, dan menghadiri acara sosial. Mereka merasa cemas akan dihakimi atau dipermalukan oleh orang lain.

Mereka mungkin menyadari bahwa ketakutan mereka tidak rasional, tetapi merasa tidak berdaya untuk mengatasinya.

Gangguan kecemasan sosial berbeda dari rasa malu. Rasa malu mungkin dapat membuat remaja sulit bersosialisasi, belajar, dan bekerja, tetapi tidak mengganggu kehidupan sehari-hari sejauh gangguan kecemasan sosial.

Sementara, gangguan kecemasan sosial bersifat menetap dan menguasai dan dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari, seperti berbelanja atau makan di tempat umum.

Menurut Anxiety and Depression Association of America (ADAA), sekitar 15 juta orang dewasa Amerika mengalami gangguan kecemasan sosial. Gangguan ini sering dimulai saat masa remaja seperti yang dilansir dari Healthline, Rabu (31/1).

Gejala Gangguan Kecemasan Sosial

Bagi remaja yang mengalami gangguan kecemasan sosial, interaksi sosial dapat menyebabkan gejala fisik seperti: pipi memerah, rasa mual, berkeringat, gemetar atau bergetar, tubuh kaku, kesulitan berbicara, pikiran menjadi kosong, pusing atau pening dan detak jantung menjadi lebih cepat.

Adapun gejala psikologis dari kecemasan sosial pada remaja dapat meliputi:

Kecemasan yang intens sebelum, selama, dan setelah situasi sosial; selalu menghindari situasi sosial atau berusaha untuk tidak terlihat jika harus menghadiri acara; merasa tidak percaya diri dan takut melakukan sesuatu yang memalukan; khawatir bahwa orang lain akan melihat Anda stres atau gugup; dan bolos sekolah atau kerja karena kecemasan berlebihan.

Semua orang merasa cemas kadang-kadang, tetapi remaja dengan gangguan kecemasan sosial memiliki ketakutan yang konstan akan dihakimi oleh orang lain atau dipermalukan di depan mereka. Mereka mungkin menghindari semua situasi sosial, termasuk:

- bertanya

- wawancara kerja

- berbelanja

- menggunakan toilet umum

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore