Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 November 2023 | 13.28 WIB

Mitos atau Fakta, Makan Tengah Malam Bisa Memicu Peningkatan Berat Badan dan Berbagai Penyakit Lainnya

 
 

Ilustrasi makan tengah malam

 
JawaPos.com - Pembicaraan tentang boleh atau tidaknya makan tengah malam masih menjadi perdebatan bagi para ahli.
 
Dikutip dari Insider, Dr. Sarah Musleh menyatakan bahwa efek dari makan di tengah malam bisa berbeda-beda pada setiap individu, sehingga masih sulit bagi para ahli untuk menjawab dengan jelas terkait hal ini.
 
Menurut Dr. Sarah Musleh, beberapa penelitian menunjukkan bahwa makan tengah malam bisa menimbulkan beberapa efek negatif.
 
Beberapa efek tersebut di antaranya adalah fluktuasi hormon, Dr. Musleh menyatakan bahwa orang-orang yang makan di tengah malam bisa kekurangan hormon yang bisa menyebabkan kenyang dan peningkatan hormon lapar, sehingga mereka akan merasakan semakin lapar keesokan harinya.
 
Selanjutnya, beberapa riset menunjukkan bahwa orang-orang yang makan tengah malam bisa merasakan sindrom metabolisme, dimana metabolismenya tidak lancar dan dapat menyebabkan obesitas.
 
Para ahli juga menyatakan bahwa makan tengah malam dapat menyebabkan naiknya kadar gula dalam darah dan meningkatkan risiko diabetes.
 
Selain itu, makan tengah malam juga dapat memicu makanan yang anda makan mengalami reflux, sehingga dapat menyebabkan penyakit GERD.
 
Kelaparan di tengah malam biasanya membuat orang-orang malas memasak makanan yang layak dan bergizi seimbang, sehingga mereka lebih memilih untuk mengonsumsi makanan cepat saji atau makanan manis.
 
Banyak orang juga khawatir makan tengah malam akan menyebabkan kenaikan berat badan, sehingga mereka mencari-cari jawaban tentang waktu yang tepat untuk berhenti makan dalam satu kali 24 jam.
 
Meskipun tidak ada waktu yang 100 persen tepat untuk berhenti makan, anda bisa mengikuti dua metode yang dirangkum oleh JawaPos.com dari Healthline.
 
 
Metode pertama adalah ritme sirkadian, yaitu metode yang menyesuaikan body clock anda dengan interval makan tidak kurang dan tidak lebih dari 8-12 jam sekali.
 
Metode kedua adalah intermittent fasting yang istilahnya mungkin sudah sangat familiar, karena banyak yang mengikuti metode ini.
 
Dengan interval yang sama seperti ritme sirkadian, intermittent fasting merupakan metode yang lebih fleksibel, karena tidak perlu mengikuti body clock anda.
 
Selain itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan juga untuk mencegah kelaparan tengah malam, seperti jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi, waktu anda makan, dan aktivitas fisik yang anda lakukan di hari itu.
 
Beberapa hal seperti makan lebih awal di siang hari, makan secara lebih terstruktur, banyak minum air putih, dan tidur yang cukup juga bisa dilakukan untuk mencegah makan tengah malam.
 
Berdasarkan penjabaran di atas dapat disimpulkan bahwa tidak ada bukti konkrit terkait makan tengah malam bisa membahayakan kesehatan.
 
Namun, para ahli menyarankan bahwa ada baiknya jika kita makan malam dua sampai tiga jam sebelum tidur. Hal ini untuk memberikan tubuh waktu yang cukup untuk mencerna makanan yang masuk.
 
Jika anda tetap membutuhkan makan tengah malam, konsumsilah makanan yang bisa membantu anda mendapatkan tidur yang cukup, seperti kiwi atau teh chamomile.
 
 
 

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore