Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Juni 2023 | 02.24 WIB

Pasien Tumor Otak Sukses Jalani Operasi Angkat Tumor Dengan Minimal Invasif di Mayapada Hospital Bandung

ILUSTRASI: Tim dokter dan medis sedang persiapan operasi.

JawaPos.com - Teknologi di dunia bedah saraf terus berkembang untuk memaksimalkan keselamatan pasien dan hasil pengobatan yang lebih baik. Sistem neuronavigasi dan visualisasi robotik, menjadi salah satu teknologi yang dilakukan oleh para dokter bedah beserta tim untuk dapat melakukan tindakan operasi secara minimal invasif atau minimal luka dan lebih akurat untuk area otak yang lebih dalam serta sulit dijangkau.

Teknologi ini dapat memandu dokter dalam menemukan letak tumor dan memaksimalkan pengambilan jaringan tumor, sehingga akan menurunkan risiko kerusakan jaringan pada pasien.

Di Indonesia, teknologi ini sukses diterapkan oleh Mayapada Hospital Bandung kepada salah satu pasien laki-laki penyintas tumor otak berusia 49 tahun di Bandung. Pasien mempunyai riwayat kanker nasofaring dan telah menjalani rangkaian radioterapi serta terapi nuklir.

Namun setelah dilakukannya serangkaian pengobatan untuk mengatasi kanker nasofaring yang dialami, pasien kemudian mengeluhkan nyeri kepala yang ternyata merupakan gejala akibat penyebaran kanker ke jaringan otak.

Akhirnya, pada awal bulan Juni 2023, pasien menjalani operasi guna menindaklanjuti jaringan tumor yang ada di otak. Bersama tim dokter bedah saraf Mayapada Hospital Bandung yang terdiri dari dr. Roland Sidabutar, SpBS, SubspN-Onk(K), MKes dan dr. Agung Budi Sutiono, SpBS, SubspN-Onk(K), PhD, DMSc, operasi bedah kepala untuk pengangkatan tumor pasien atau disebut juga dengan craniotomy tumor removal pun berhasil dilakukan.

dr. Roland Sidabutar, SpBS, SubspN-Onk(K), MKes mengatakan, “Kami tim dokter bedah saraf berhasil melakukan penanganan secara maksimal kepada pasien didukung oleh layanan bedah saraf berstandar internasional yang telah diterapkan oleh Mayapada Hospital Bandung."

Sistem neuronavigasi intraoperatif dan mikroskop bedah canggih Kinevo 900 dengan sistem visualisasi robotik yang dimiliki Mayapada Hospital Bandung telah membantu tim dokter dalam memberikan pilihan penanganan operasi dengan minimal invasif.

"Dengan bantuan mikroskop Kinevo 900, kami dapat menentukan letak tumor secara presisi dan dapat membedakan antara jaringan tumor dengan jaringan otak sehat secara lebih jelas. Sehingga, jaringan tumor dapat diambil secara maksimal sementara kerusakan pada jaringan otak yang sehat dapat ditekan seminimal mungkin.”

Kenali Jenis, Gejala, dan Penyebab Tumor Otak
Tumor otak adalah pertumbuhan sel-sel yang tidak normal di otak atau jaringan di sekitarnya. Padahal, otak adalah organ kompleks yang mengendalikan semua fungsi tubuh, dan pertumbuhan yang tidak normal pada organ ini dapat menyebabkan berbagai gejala dan komplikasi.

Tumor otak dapat berasal dari jaringan otak sendiri atau disebut dengan tumor otak primer dan dapat berasal dari penyebaran kanker di bagian tubuh lain atau yang disebut dengan tumor otak sekunder/ tumor otak metastasis.

Tumor otak ada yang bersifat jinak atau ganas (kanker), dan dapat berkembang di bagian-bagian yang berbeda dalam otak, sehingga diagnosis dan pengobatannya menjadi tantangan tersendiri bagi para dokter. Tumor otak jinak cenderung menyebabkan gejala yang berkembang lambat dalam hitungan bulan atau tahun, sementara tumor otak ganas menyebabkan gejala yang memburuk dan berkembang secara cepat.

Gejala tumor otak bervariasi tergantung pada ukuran dan lokasi tumor, serta dapat menyebabkan sakit kepala, mual atau muntah, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, kelemahan atau kebas pada satu sisi tubuh, gangguan keseimbangan, kesulitan berbicara dan memahami perkataan orang lain, gangguan daya ingat, perubahan kepribadian, dan kejang.

Penyebab tumor otak belum sepenuhnya diketahui, namun ada beberapa faktor risiko yang terkait dengan perkembangannya. Faktor-faktor ini meliputi paparan radiasi, riwayat keluarga dengan tumor otak, riwayat tumor atau kanker pada bagian tubuh lain, serta beberapa kondisi genetik.

Periksa dan Tangani Tumor Otak Secara Komprehensif dengan Para Ahli
Apabila mengalami faktor risiko tersebut, skrining dan pemeriksaan dini memiliki peranan yang sangat penting dalam penanganan dan pengobatan ke depannya. Meskipun skrining tidak bisa mencegah terjadinya tumor otak, namun skrining dapat sangat membantu menemukan tumor otak sejak masih kecil sehingga kemungkinan keberhasilan penanganan menjadi lebih besar.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore