
Ilustrasi seseorang mengalami skoliosis. Ada tiga jenis pengobatan untuk skoliosis.
JawaPos.com - Seseorang bisa saja mengalami kondisi tulang belakang yang tak sempurna. Bentuknya melengkung, bukan bungkuk. Kondisi itu disebut dalam istilah medis yaitu skoliosis.
Skoliosis adalah kondisi medis ketika tulang belakang manusia tampak melengkung ke kiri atau ke kanan. Kurva lengkungnya biasanya berbentuk 'S' atau 'C' sedikitnya 10 derajat.
Dokter Spesialis Bedah Saraf dsri RS. Meilia Cibubur, Dr. dr. Wawan Mulyawan SpBS(K), SpKP menjelaskan ada tiga jenis atau tahapan pengobatan skoliosis. Hal itu ditentukan dari tingkat keparahan atau berat ringannya kondisi kelengkungan tulang.
Setelah berbagai pemeriksaan, dokter akan memberikan alternatif tindakan berdasarkan beberapa faktor penentu. Misalnya lokasi lengkungan, derajat lengkungan, rasa nyeri, sesak nafas atau jenis kelamin. Beberapa alternatif yang bisa dilakukan mulai dari sekadar observasi hingga non-bedah seperti penggunaan korset, dan tindakan pembedahan.
"Ada tiga yaitu observasi saja, penggunaan korset, hingga pembedahan," katanya dalam konferensi pers perubahan nama Klinik Nyeri dan Tulang Belakang menjadi Lamina Pain and Spine Center, Selasa (19/2).
1. Observasi
Obsevasi dilakukan jika lengkungan termasuk kategori ringan. Untungnya ini terjadi hampir pada 90 persen kasus skoliosis.
"Misalnya diobservasi dulu hanya diperiksa. Lalu dicek setelah 6 bulan berikutnya bagaimana kemiringan lengkungannya," paparnya.
2. Penggunaan Korset
Sementara jika lengkungan antara 20-40 derajat dokter mungkin akan menganjurkan penggunaaan korset (brace). Saat ini banyak dijual secara luas baik apalagi secara online korset yang konon bisa membuat penggunanya memiliki postur lebih tegak.
"Sebaiknya hati-hati karena tidak ada korset untuk tulang belakang yang dibuat secara universal. Pemeriksaan dan pengukuran oleh dokter ahli sangat diperlukan untuk semaksimal mungkin mengembalikan tulang punggung ke bentuk normal. Korset itu gunanya untuk menekan atau menghambat kelengkungan tulang lanjutan," ujarnya.
3. Pembedahan
Jika kondisi skoliosis yang diidap pasien lebih berat pembedahan untuk koreksi tulang belakang, mungkin akan sangat diperlukan. Selama pembedahan monitoring dan evaluasi juga terus menerus dilakukan khususnya untuk pembiusan dan monitoring saraf. Evaluasi pasca operasi akan dilakukan khususnya agar saraf sensorik, motorik, dan otonom semua bisa berfungsi usai pembedahan.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
