
Dokter Spesialis Hematologi & Onkologi Dr. dr. Cosphiadi Irawan, Sp.PD, KHOM, menjelaskan manfaat terapi target bagi pasien kanker.
JawaPos.com - Semua orang disarankan untuk menyadari dan deteksi dini adanya sel kanker dalam tubuhnya. Sebab rata-rata pasien datang berobat ketika kanker sudah stadium lanjut. Maka pengobatan yang dilakukan semakin banyak. Waktunya semakin lama, biaya, dan harapan hidup semakin sempit.
Ada beberapa pengobatan sel kanker yang dilakukan di antaranya operasi, radioterapi, kemoterapi, dan imunoterapi. Kali ini ternyata dunia medis memperkenalkan lagi adanya metodek terapi target. Terapi itu ditujukan untuk pasien yang lebih parah tingkatan kankernya setelah menjalani proses kemoterapi.
Dalam acara media sharing session bersama Cancer Information and Support Center (CISC), baru-baru ini Dokter Spesialis Hematologi & Onkologi Dr. dr. Cosphiadi Irawan, Sp.PD, KHOM, mengatakan apabila dulu pengobatan kanker terbatas pada pengobatan konvensional seperti kemoterapi, pembedahan dan radioterapi dengan efek samping yang menakutkan bagi beberapa orang. Namun dalam beberapa tahun terakhir sudah ada metode pengobatan yang lebih lebih tepat sasaran sehingga lebih efektif serta efek samping yang lebih minimal. Salah satunya Terapi Target (targeted therapy) yang merupakan pengobatan personalisasi bagi penderita kanker.
"Banyak yang beranggapan bila terapi target merupakan pengobatan pendamping kemoterapi. Padahal, terapi target merupakan kemajuan pengobatan untuk melengkapi apa yang tidak ditawarkan oleh kemoterapi dalam menghadapi sel kanker," tegasnya.
Menurut dr. Cos, sapaannya, dalam beberapa kasus jelas dengan atau tanpa kombinasi dengan kemoterapi memberikan peningkatan respon pengobatan yang bermakna. Artinya dapat meningkatkan kualitas hidup pasien kanker. Bahkan pada beberapa pasien lain yang tepat dapat memperpanjang harapan hidup pasien.
"Terapi target mencegah progresivitas sel kanker sehingga tak bisa membelah diri lagi. Ditahan oleh obat. Pasokan darah ke sel tumor turun signifikan, sel kanker itu tak dapat darah dari pasien. Banyak pasien kanker tak boleh makan gula. Karena paling gampang diserap," kata dr. Cos.
Ada beberapa jenis kanker yang sudah bisa diterapkan dengan terapi target. Di antaranya kanker paru, kanker usus, dan kanker payudara. Sehingga terapi target adalah pengobatan lanjutan (lebih advanve) setelah kemoterapi dan biasa diberikan pada pasien dengan stadium lanjut.
"Bisa dikombinasi terapi target dan kemoterapi. Ke depan, ada beberapa kanker lainnya. Apalagi yang mau dicari targetnya, kalau kanker sudah menyebar, itu ada sel-sel yang bermutasi, harus diberikan terapi target. Kesimpulannya, kemoterapi adalah pengobatan kanker secara umum, tetapi kalau terapi target secara khusus," ungkapnya.
Kanker kolorektal sebagai salah satu jenis kanker yang paling sering ditemui, merupakan kanker yang tumbuh pada usus besar (kolon) atau rektum. Seiring berkembangnya penemuan dalam penanganan kanker kolorektal seperti pemberian terapi target, dapat meningkatkan harapan hidup pasien kanker kolorektal hidup lebih panjang. Bahkan pada pasien tertentu kanker bisa disembuhkan.
Dokter Spesialis Bedah & Ahli Kanker Saluran Cerna (Digestive) dr. Fajar Firsyada, Sp.B-KBD, mengatakan selain kemajuan dalam pengobatan kanker kolorektal dengan terapi target, saat ini juga dimungkinkan untuk melakukan pemeriksaan biomarker yang bertujuan untuk melihat apakah seorang pasien bisa mendapatkan manfaat terapi target. Pemeriksaan biomarker ini sangat menguntungkan pasien karena dapat menghindarkan dari pemakaian obat yang tidak tepat dan biaya yang tidak perlu, dan paling utama efek samping yang minimal. Dengan memberikan pemahaman yang tepat mengenai penatalaksanaan kanker di Indonesia, khususnya terapi target diharapkan masyarakat dapat mengetahui kemajuan pengobatan dan meningkatkan harapan untuk penderita kanker kolorektal.
“Terapi target juga memberikan manfaat besar pada pasien kanker yang awalnya tidak bisa dioperasi menjadi bisa dioperasi sehingga memberi kemungkinan untuk bisa ditangani dengan lebih baik,” tutup dr. Fajar.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
