
Ilustrasi begadang.
JawaPos.com - Bila dulu insomnia identik dengan para lansia, maka sekarang semua usia dirundung insomnia dengan mudahnya.
Spesialis kejiwaan dr Yunias SpKJ mengatakan, para remaja turut menyumbang angka keadian insomnia yang semakin bertambah.
Para remaja tersebut, lanjut Yunias, kebanyakan mengidap intermediate insomnia. Jadi, mereka sering terbangun selama tidurnya. Dan pada jenis ini, penderita mempunyai kecemasan terhadap sesuatu.
’’Biasanya, setelah dilakukan konseling, baru diketahui bahwa para remaja sekarang banyak yang menderita kecemasan karena tekanan eksternal dari banyak pihak. Misalnya saja perlakuan orang tua yang menuntut banyak hal dari mereka. Sebenarnya hal tersebut baik, karena orang tua menginginkan anaknya yang berprestasi dan perilaku yang baik. Hanya saja cara orang tua dalam menyampaikannya kurang tepat,’’ lanjut Yunias.
Karena, di sisi lain terlalu gampang memanjakan anak dengan pemberian gadget-gadget mahal. Namun di sisi lain tuntutan menjadi sempurna juga digencarkan. ’’Ini akibatnya dari serba berlebihan itu,’’ imbuhnya.
Dihadapkan dengan kondisi seperti itu, secara psikis anak akan membutuhkan lingkungan yang penuh dukungan untuk belajar. Sedangkan di sekolah, persaingan dan situasi pergaulan high class cenderung tidak kondusif.
Kecuali sang anak mempunyai kepribadian yang matang. Bila tidak, rumah pun menjadi satu-satunya harapan akan dukungan penuh, bukan berupa tekanan dari keluarga. ’’Jadi yang timbul miss komunikasi. Apalagi remaja itu sangat sensitive,’’ ungkapnya.
Nah bila tidak, kecemasan-kecemasan menjadi gampang timbul. Hal tersebut menimbulkan insomnia. Dan untuk remaja, mereka biasanya datang dalam kondisi soft term insomnia, yang berarti insomnia yang masih diderita dalam waktu kurang dari tiga minggu.
Dan bila sudah menjadi insomnia. Kualitas hidup para remaja menjadi menurun. Tanda-tandanya, prestasi belajar yang semakin menurun dan menjadi sering ngantuk pada jam-jam produktif. (*)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
