
Ilustrasi
JawaPos.com - Merokok artinya memasukkan zat berbahaya pemicu berbagai peyakit ke dalam tubuh. Ribuan zat berbahaya masuk ke dalam tubuh selain tar dan nikotin. Lalu apa yang terjadi jika seorang perokok berat tidak mendapatkan asupan nikotin selama satu hari?
Peneliti Universitas Padjajaran (Unpad) Amaliya menjelaskan bahaya dari rokok adalah pembakarannya. Rokok menghasilkan 7 ribu zat kimia atau zat sampah yang terhirup tubuh. Dia menganalogikan hal itu sama dengan asap knalpot.
Namun di satu sisi, nikotin sebetulnya ada efek positifnya bagi tubuh. Bahaya dari rokok adalah efek tar dari pembakaran yang dihasilkan rokok dan masuk ke dalam tubuh.
"Nikotin itu sebetulnya ada sisi positifnya. Membuat orang awas, aware, tingkatkan darah yang hipoglikemi atau darah rendah, tingkatkan glukosa darah. Sehingga ketika orang merokok enggak makan tak masalah. Karena menjadi enggak lapar," ungkap Amaliya kepada JawaPos.com.
Efek nikotin bisa dijadikan sebagai dopping bagi seseorang dalam pekerjaannya. Namun bagi perokok, selain nikotin ada zat sampah masuk yaitu tar. Amaliya mengungkapkan merokok adalah cara kotor memasukkan nikotin ke dalam tubuh. Lalu apa yang terjadi jika perokok berat tak merokok?
"Kalau narkoba memberikam efek sakau. Akan tetapi jika sekarang nikotin dikurangi aduh tentu rasanya enggak enak sekali. Tak masukan nikotin dengan jumlah yang tak sesuai dengan jumlah yang biasa bisa menyakitkan bagi tubuh," ungkap Pendiri Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik itu.
Seorang perokok berat yang kekurangan asupan nikotin akan merasa gelisah dan agitasi. Mereka juga bisa menggigit kukunya karena cemas.
"Dengan rokok elektrik yang sebelumnya craving tak bisa konsentrasi hal itu bisa diredakan. Dengan mengganti sepenuhnya ke rokok elektrik, dari 100 orang maka kemungkinan berhenti merokok bisa 70 persen," jelasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022