
Ilustrasi
JawaPos.com - Keloid menjadi permasalahan tersendiri. Sebab tidak hanya secara estetika, namun orang dengan keloid juga mempunyai keluhan fisik. Spesialis bedah plastik RSUD dr Soetomo dr Agus Santoso Budi SpBP menuturkan, hal itu adalah wajar. Sebab keloid yang merupakan hasil dari produksi kolagen atau jaringan parut berlebih tersebut akan terus tumbuh.
Semakin digaruk, akan merangsang pertumbuhan kolagen, akhirnya pertumbuhannya makin besar. Selain itu, tidak hanya merasa gatal, penderita keloid juga akan merasa nyeri di bagian keloid. Rasanya seperti tertarik dan tertusuk-tusuk. Secara medis, hal itu terkait dengan faktor dari dalam dan luar tubuh.
Dari dalam, dipengaruhi oleh genetik. Bila ibu atau ayah mempunyai keloid, kemungkinannya lebih dari 50 persen sang anak terhadap keloid. Selain itu, orang asia seperti kita mempunyai potensi lebih tinggi daripada orang Eropa. Ini terkait dengan melanin atau zat warna kulit orang eropa yang sedikit.
’’Kalau faktor dari luar tubuh bisa dari pola makan, yang suka makan yang mengandung protein hewani risikonya lebih besar, sebab protein hewani mempunyai sifat menumbuhkan keloid,’’ ulasnya.
Biasanya, lanjut Agus, pasien datang bila keloid sudah mengganggu aktivitas mereka. misalnya keloid terjadi di dekat lubang hidung. Karena sifatnya sebagai tumor jinak yang terus tumbuh, keloid tumbuh hingga menutupi lubang hidup. Jelas mengganggu pernapasan pasien.
Namun untuk masalah estetika, bergantung pasien. Ada kalanya dokter mengatakan tidak diperlukan tindakan, namun pasien merasa keloid tersebut mengganggu penampilannya.
Untuk tindakan yang bisa menghilangkan keloid, terdapat banyak tindakan yang bisa dilakukan. Mulai dari non operatif sampai dengan tindakan operasi. ’’Untuk penyembuhan keloid lebih baik dilakukan secara kombinasi,’’ ulasnya.
Misalnya dalam tindakan-tindakan operatif, bisa dilakukan injeksi yang dikombinasi dengan pemberian obat-obatan lain. Karena dengan satu pengobatan, efektivitas hanya sekitar 10 sampai 50 persen. Sedangkan bila dikombinasi, kemungkinan keberhasilan lebih dari 50 persen. (ina/tia)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
