
Ilustrasi
JawaPos.com – Banyak masyarakat tidak memahami waktu ideal lamanya proses hemodialisis pasien gagal ginjal atau akrab dikenal dengan istilah “cuci darah”. Masyarakat banyak yang belum memahami lamanya proses hemodialisis idealnya 10 jam setiap pekan, yaitu 2x5 jam per minggu. Jika waktu ideal ini dipenuhi maka kelangsungan hidup (survival rate) akan lebih panjang.
“Yang perlu dipahami masyarakat, perlu mengetahui waktu adequate hemodialisis. Adequate itu banyak kriterianya. Yang paling sederhana, hemodialisis 2x5 jam per minggu dengan kecepetan aliran darah sedikitnya 250 CC per menit,” kata Pakar Kesehatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK) Krisna Yetti, Kamis (23/2).
Pada kondisi begini, unit-unit hemodialisis yang menerapkan proses hemodialisis 10 jam setiap pekan, memiliki pasien dengan survival rate yang panjang. Pasien bisa hidup selama belasan tahun bahkan puluhan tahun. “Sebaliknya, jika waktu ideal ini tak dipenuhi, sebelum 5 tahun pasien bisa meninggal,” jelas Krisna.
Krisna menjelaskan ada banyak hal yang wajib diketahui soal pemahaman waktu ideal seseorang melakukan hemodialisis. Banyak alasan mengapa pasien tidak mau melakukan cuci darah minimal 10 jam per pekan. Krisna menjelaskan, ada beberapa alasan dan fakta pentingnya cuci darah 10 jam tiap pekan bagi pasien gagal ginjal.
Kurang Pemahaman
Banyak pasien tak paham dan sering melakukan cuci darah hanya 4 jam selama dua kali tiap pekan atau hanya 8 jam per minggu. Padahal waktu ideal adalah 10 jam atau 5 jam x 2 tiap pekan atau 10 jam. “Maka artinya terjadi diskon juga 20 persen kelangsungan hidupnya atau survival rate,” tukas Krisna.
Proses Hemodialisis Ideal Tentukan Kualitas Hidup Pasien
Unit-unit hemodialisis kini sudah mulai menyadari pentingnya melakukan cuci darah 10 jam pada pasien dan meyakinkan pasien bahwa itu penting sehingga survival rate akan lebih baik.
“Kenapa harus lama dihemodialisis? Agar Lebih optimal, maksimal, karena di dalam teorinya itu 10 jam per minggu. Atau ada juga orang di tempat-tepat baik misalnya di RS swasta yang mahal melakukan cuci darah 3x4 jam atau 12 jam. Pasien relatif lebih sehat dan kualitas hidup lebih baik,” jelas Krisna.
Pasien Punya Berbagai Alasan Menolak
Pemahaman yang kurang pada pasien soal waktu ideal hemodialisis membuat mereka memiliki berbagai alasan. Di rumah sakit umum atau pemerintah rata-rata hemodialisis adalah 10 jam, sedangkan di rumah sakit swasta rata-rata 12 jam.
“Kenapa pasien enggak mau? Karena alasannya terlalu lama. Ingin pulang jauh harus pulang cepat ke rumah. Atau kendaraannya jangan sampai telat pulang. Menurut saya pada dasarnya tak paham, kalau masing-masing paham baik si pasien paham, alasan tadi bisa diminimalkan,” tegas Krisna. (cr1/JPG)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
