
Ilustrasi penyakit kelenjar getah bening/(Foto: Freepik).
JawaPos.com - Benjolan yang muncul di area leher, ketiak, atau pangkal paha seringkali diabaikan masyarakat. Padahal, benjolan tersebut bisa menjadi gejala limfoma - jenis kanker yang menyerang sistem limfatik. Berbeda dengan leukemia yang lebih dikenal, limfoma masih kurang dipahami masyarakat padahal bisa berakibat fatal jika tidak ditangani segera.
Menurut Prof. DR. dr. S. Ugroseno Yudho Bintoro, Sp.PD, K-HOM dari Mayapada Hospital Surabaya, limfoma terjadi ketika sel darah putih jenis limfosit tumbuh tak terkendali dan menumpuk di kelenjar getah bening.
"Gejalanya tidak hanya benjolan, tapi juga disertai demam, keringat malam, penurunan berat badan drastis tanpa sebab, hingga sesak napas dan nyeri dada," jelas Prof. Ugro, spesialis penyakit dalam yang berpengalaman menangani kasus kanker.
Kanker ini bisa muncul di berbagai bagian tubuh karena kelenjar getah bening tersebar luas, mulai dari leher, dada, hingga organ dalam. Limfoma terbagi menjadi dua jenis utama: Hodgkin dan Non-Hodgkin (NHL). "Di Indonesia, NHL lebih umum dan 80% kasus berasal dari limfoma sel-B," tambah Prof. Ugro. NHL sendiri ada yang berkembang lambat (indolent) dan ada yang agresif tapi masih bisa disembuhkan jika ditangani tepat waktu.
Diagnosis limfoma memerlukan serangkaian pemeriksaan seperti CT Scan, MRI, tes darah, hingga biopsi. "Biopsi tidak selalu langsung dilakukan, tapi ketika ada kecurigaan kuat berdasarkan gejala dan pemeriksaan pendukung," jelas profesor yang kerap menjadi rujukan kasus kanker ini.
Pengobatan limfoma kini semakin modern dengan kombinasi kemoterapi, terapi target, imunoterapi, hingga transplantasi sumsum tulang. "Dengan pengobatan tepat, 89% pasien Hodgkin dan 74% pasien NHL bisa bertahan hidup lima tahun setelah diagnosis," papar Prof. Ugro yang menekankan pentingnya deteksi dini.
Mayapada Hospital Surabaya melalui Oncology Center-nya menyediakan layanan komprehensif untuk penanganan limfoma. "Kami memiliki Tumor Board yang terdiri dari berbagai spesialis untuk merancang rencana pengobatan personal, didukung Patient Navigator yang mendampingi pasien," ujar dr. Bona Fernando, Hospital Director Mayapada Hospital Surabaya.
Oncology Center Mayapada Hospital Surabaya juga telah berhasil melakukan berbagai tindakan penanganan kanker yang dapat diketahui melalui fitur Health Articles & Tips yang ada di MyCare. Aplikasi ini juga memiliki fitur Personal Health untuk memantau aktivitas kebugaran dengan menghitung jumlah langkah kaki, detak jantung, jumlah kalori terbakar, dan Body Mass Index (BMI).
Masyarakat yang menemukan gejala bisa berkonsultasi ke Mayapada Hospital melalui aplikasi MyCare atau Call Center 150770. Aplikasi MyCare juga menyediakan fitur pemantauan kesehatan dan artikel informatif seputar kanker. Kini tersedia gratis di Google Play Store dan App Store dengan berbagai keuntungan bagi pengguna baru.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
