Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 April 2025 | 16.18 WIB

Prediksi Kesehatan Mental 2025: Mulai dari Tren 'Sleepmaxxing' hingga Revolusi Gaya Hidup Gen Z

Ilustrasi seseorang yang sedang meditasi (Dok. Pexels)

JawaPos.com - Kesehatan mental bukan lagi topik yang disembunyikan di balik pintu tertutup. Di Indonesia, banyak orang pernah mengalami gangguan mental, dan angkanya terus meningkat pasca-pandemi. Kini, generasi muda memimpin perubahan dengan menjadikan isu ini sebagai prioritas gaya hidup, bukan sekadar obrolan klinis.

Dilansir dari VeryWellMind.com pada Selasa (22/04), tahun 2025 akan menjadi titik balik di mana kesehatan mental mengubah cara kita bekerja, bersosialisasi, bahkan merawat diri. Seperti motor yang butuh tune-up rutin, pikiran manusia juga perlu 'servis' berkala. Berikut ramalan tren yang akan mendominasi!

Dulu, iklan didominasi wajah sempurna dengan senyum palsu ala sinetron. Kini, Maybelline hingga ASICS justru gencar kampanye tentang vulnerabilitas dan penerimaan diri. Survei terbaru menunjukkan 50% Gen Z lebih loyal ke brand yang peduli kesehatan mental—mirip seperti memilih warung kopi karena pemiliknya ramah, bukan sekadar karena harganya murah.

Perubahan ini bukan sekadar strategi marketing. Masyarakat mulai sadar: kesehatan mental ibarat tangki air. Jika dipaksa menampung terlalu banyak tanpa dikelola, bisa meluap dan banjir. Brand yang paham metafora ini akan lebih mudah menyentuh hati konsumen.

2. Gen Z Bangkitkan 'Era Renaisans Sosial'

Tahun 2025 akan menjadi kebangkitan komunitas offline. Mirip seperti angkringan Yogyakarta atau lapak kopi di Bandung, Gen Z menciptakan 'third place' versi mereka sendiri—mulai dari klub lari hingga komunitas baca. Data Strava menyebut 58% anak muda menemukan teman baru lewat grup olahraga.

Loneliness? Itu soal kemarin. Di Jakarta, tren 'nongkrong produktif' di co-working space murah merambah kalangan mahasiswa. Mereka tak lagi malu mengakui berteman di usia dewasa itu sulit, tapi bukan berarti mustahil.

3. Radical Stability: Anti-Hustle Culture ala Gen Z

Gaji kecil, harga rumah selangit—Gen Z memilih jalur aman: menabung ketimbang chasing 'dream job' yang tak jelas. Survei menunjukkan 57% dari mereka merasa lebih tenang setelah punya portofolio investasi. Ini seperti memilih motor matic irit BBM ketimbang moge yang boros.

Tren 'kerja kantoran biasa' justru jadi kebanggaan baru. Alih-alih overwork, mereka lebih memilih kerja tepat waktu lalu menghabiskan malam untuk hobi atau kursus singkat. Slow and steady wins the race!

4. Demam Sleepmaxxing: Tidur Jadi Investasi

Dari mouth taping sampai jus cherry, Gen Z rela melakukan apa saja demi tidur nyenyak. Padahal, solusinya seringkali sederhana: redupkan lampu 1 jam sebelum tidur dan hindari kopi sore—seperti mematikan mesin motor sebelum parkir lama.

Fenomena orthosomnia (obsesi tidur sempurna) perlu diwaspadai. Daripada terjebak 'hacks' TikTok, lebih baik atasi akar masalah: stres kerja atau pola makan berantakan.

5. Standar Kecantikan Makna Fleksibel

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore