Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 April 2025 | 23.19 WIB

Konten Kekerasan Melalui Teknologi Perburuk Kesehatan Mental, Apakah Melarang Konsumsi Media Secara Langsung Bisa Jadi Solusi?

JawaPos.com - Arus konten media tidak pernah surut. Mereka tampak seperti spam yang tidak ada habisnya. Selalu muncul setiap detik dan sepanjang hari.

Pengaruh teknologi yang terus berputar juga mempengaruhi kondisi tersebut. Ketika Anda mengkonsumsi konten kekerasan baik dari berita, televisi, film, bahkan video game, algoritma akan mendorong untuk terus mengakses konten yang sama, seolah seperti perangkap yang tidak bisa lepas.

Akibatnya, Anda bisa merasa emosi, kelelahan, dan berperilaku agresif akibat konsumsi konten tersebut.

Namun dampaknya kemungkinan besar bergantung pada kepribadian, tahap perkembangan, pengaruh sosial, lingkungan, dan penyajian tindakan kekerasan.

Perlu diingat bahwa internet tidak akan bisa berhenti, kecuali Anda sendiri yang memilih untuk menekan jeda. Terlalu larut di dalam dunia digital bisa membuat waktu terasa kabur yang akhirnya mempengaruhi kesehatan mental.

Seperti perangkap, sudah seharusnya media yang bisa diakses bebas oleh segala kalangan sudah seharusnya memiliki sistem penyaringan agar konten kekerasan tidak ditampilkan secara vulgar. Cara ini dimaksudkan untuk menekan dampak negatif pada kesehatan mental akibat konsumsi konten kekerasan.

Mengutip dari laman verywellmind.com, berikut adalah penjelasan bagaimana konten kekerasan dapat mempengaruhi kesehatan mental dan cara paling bijak untuk menghadapinya.

Apakah konsumsi media yang bermuatan kekerasan bisa menyebabkan gangguan mental?

Konten kekerasan terutama yang berada di dalam media berita sangat mempengaruhi kesehatan mental. Paparan siklus berita selama 24 jam bisa memperburuk gejala PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder) dibandingkan mereka yang menonton lebih sedikit.

Seseorang yang mengkonsumsi konten yang mengandung kekerasan juga akan berperilaku lebih agresif seperti, mendorong pasangan, memukul orang, dan melakukan tindakan kriminal. Berikut adalah alasan mengapa konsumsi konten kekerasan dapat menyebabkan gangguan mental:

1. Konsumsi konten kekerasan bisa menyebabkan kecemasan

Konten kekerasan bisa memberikan perspektif bahwa dunia adalah tempat yang menakutkan. Misalnya ketika menonton cuplikan film kekerasan, perasaan Anda kemudian berubah menjadi lebih cemas dibandingkan sebelum menonton cuplikan film itu.

2. Paparan kekerasan melalui teknologi bisa memperburuk kondisi mental

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore