Baca Juga: Jepang Tanggung Kesehatan Mental dengan Asuransi Nasional, Simak Bagaimana Negara Lain Menangani Kesehatan Mental!
Ilustrasi film kekerasan. (pexels)
JawaPos.com - Arus konten media tidak pernah surut. Mereka tampak seperti spam yang tidak ada habisnya. Selalu muncul setiap detik dan sepanjang hari.
Pengaruh teknologi yang terus berputar juga mempengaruhi kondisi tersebut. Ketika Anda mengkonsumsi konten kekerasan baik dari berita, televisi, film, bahkan video game, algoritma akan mendorong untuk terus mengakses konten yang sama, seolah seperti perangkap yang tidak bisa lepas.
Akibatnya, Anda bisa merasa emosi, kelelahan, dan berperilaku agresif akibat konsumsi konten tersebut.
Namun dampaknya kemungkinan besar bergantung pada kepribadian, tahap perkembangan, pengaruh sosial, lingkungan, dan penyajian tindakan kekerasan.
Perlu diingat bahwa internet tidak akan bisa berhenti, kecuali Anda sendiri yang memilih untuk menekan jeda. Terlalu larut di dalam dunia digital bisa membuat waktu terasa kabur yang akhirnya mempengaruhi kesehatan mental.
Seperti perangkap, sudah seharusnya media yang bisa diakses bebas oleh segala kalangan sudah seharusnya memiliki sistem penyaringan agar konten kekerasan tidak ditampilkan secara vulgar. Cara ini dimaksudkan untuk menekan dampak negatif pada kesehatan mental akibat konsumsi konten kekerasan.
Mengutip dari laman verywellmind.com, berikut adalah penjelasan bagaimana konten kekerasan dapat mempengaruhi kesehatan mental dan cara paling bijak untuk menghadapinya.
Apakah konsumsi media yang bermuatan kekerasan bisa menyebabkan gangguan mental?
Konten kekerasan terutama yang berada di dalam media berita sangat mempengaruhi kesehatan mental. Paparan siklus berita selama 24 jam bisa memperburuk gejala PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder) dibandingkan mereka yang menonton lebih sedikit.
Seseorang yang mengkonsumsi konten yang mengandung kekerasan juga akan berperilaku lebih agresif seperti, mendorong pasangan, memukul orang, dan melakukan tindakan kriminal. Berikut adalah alasan mengapa konsumsi konten kekerasan dapat menyebabkan gangguan mental:
1. Konsumsi konten kekerasan bisa menyebabkan kecemasan
Konten kekerasan bisa memberikan perspektif bahwa dunia adalah tempat yang menakutkan. Misalnya ketika menonton cuplikan film kekerasan, perasaan Anda kemudian berubah menjadi lebih cemas dibandingkan sebelum menonton cuplikan film itu.
2. Paparan kekerasan melalui teknologi bisa memperburuk kondisi mental

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
