
Cegah stroke dengan skrining USG Karotis dan Trans Kranial di Mayapada Hospital Surabaya. Layanan lengkap, teknologi canggih, dan tim dokter ahli siap membantu Anda/ (Dok.Mayapada).
JawaPos.com - Stroke adalah salah satu penyakit berisiko tinggi yang dapat mengancam nyawa. Untuk mencegahnya, tidak cukup hanya mengandalkan gaya hidup sehat. Skrining rutin sangat penting, terutama bagi individu dengan riwayat stroke keluarga atau faktor risiko lainnya seperti hipertensi dan kolesterol tinggi.
Mayapada Hospital Surabaya, melalui Tahir Neuroscience Center, menyediakan skrining lengkap untuk mendeteksi risiko stroke sejak dini, termasuk USG Karotis dan USG Trans Kranial.
Apa Itu USG Karotis?
Menurut dr. Andina Yuliani, SpN, Spesialis Neurologi Fellow Neurosonologi Neuroimaging di Mayapada Hospital Surabaya, USG Karotis adalah pemeriksaan non-invasif menggunakan gelombang suara untuk melihat kondisi:
• Aliran darah di arteri karotis (pembuluh darah di leher)
• Ketebalan dinding arteri dan mendeteksi penyempitan atau sumbatan akibat penumpukan plak.
Sumbatan pada arteri karotis berisiko menyebabkan stroke iskemik (stroke sumbatan). Sayangnya, kondisi ini sering tidak bergejala, sehingga deteksi dini melalui USG Karotis sangat dianjurkan, terutama bagi:
• Pasien dengan riwayat stroke ringan (TIA)
• Penderita hipertensi, kolesterol tinggi, atau penyakit jantung
• Individu dengan riwayat keluarga stroke atau penyakit jantung
Bagaimana USG Karotis Dilakukan?
Prosedurnya sederhana, aman, dan tidak menimbulkan rasa sakit. Transduser USG ditempelkan di kedua sisi leher untuk memancarkan gelombang suara yang akan diterjemahkan menjadi gambar di layar monitor. Waktu pemeriksaan hanya sekitar 30 menit.
Apa Itu USG Trans Kranial?
Selain USG Karotis, pemeriksaan lain yang tidak kalah penting adalah USG Trans Kranial. Pemeriksaan ini menilai aliran darah di otak melalui sirkulus Willis, yang berfungsi sebagai jalur alternatif jika terjadi penyumbatan pembuluh darah.
Dr. Andina menjelaskan, USG Trans Kranial direkomendasikan untuk:
• Pasien dengan riwayat stroke (TIA dan iskemik)
• Penderita migrain, aneurisma, atau tekanan tinggi di otak
• Penderita diabetes, hipertensi, penyakit jantung, atau obesitas
Proses Pemeriksaan:
USG dilakukan dengan menempelkan transduser di belakang kepala, pelipis, atau kelopak mata. Proses ini berlangsung sekitar 30-60 menit, tanpa rasa sakit dan sangat aman.
Manfaat Deteksi Dini Stroke dengan USG

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
