
Ilustrasi penderita stroke tengh menjalani pengobatan di Tahir Neuroscience Center Mayapada Hospital. (Istimewa)
JawaPos.com - Stroke merupakan salah satu kondisi gawat darurat yang membutuhkan penanganan cepat. Disebut juga sebagai brain attack, stroke terjadi secara mendadak akibat gangguan pada pembuluh darah otak, baik berupa sumbatan (stroke iskemik) maupun pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik).
Di antara jenis-jenis stroke, stroke infark atau stroke sumbatan adalah yang paling sering ditemui. Kondisi ini disebabkan oleh penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah di otak atau leher, yang mengakibatkan berkurangnya aliran darah ke otak secara signifikan.
Menurut dr. Fadil, Sp.N (K), Dokter Spesialis Neurologi Konsultan Neurofisiologi Klinis dari Mayapada Hospital Surabaya, waktu sangatlah krusial dalam menangani stroke infark.
“Saat Anda mendapati seseorang dengan gejala stroke, perhatikan waktu timbulnya gejala dan segera bawa ke IGD untuk mendapatkan penanganan selama periode emas (golden period), yaitu 4,5 jam pertama sejak serangan stroke terjadi,” jelas dr. Fadil.
Selama periode emas ini, stroke infark dapat ditangani dengan Terapi Trombolitik Intravena. Terapi ini dilakukan dengan pemberian obat-obatan pemecah gumpalan darah seperti Alteplase melalui infus, yang bertujuan meluruhkan bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah di otak.
“Khasiat obat ini akan menurun seiring bertambahnya waktu sejak gejala muncul, sehingga sangat penting untuk diberikan sesegera mungkin dalam rentang golden period,” tambah dr. Fadil.
Seperti halnya tindakan medis lainnya, terapi trombolitik memiliki risiko, salah satunya adalah perdarahan di dalam otak (intraserebral).
Oleh karena itu, prosedur ini harus dilakukan oleh tim dokter ahli dengan dukungan fasilitas medis canggih, seperti yang tersedia di Mayapada Hospital Surabaya.
Rumah sakit ini telah mengembangkan layanan Stroke Emergency berstandar internasional, dengan protokol Door to Needle yang memungkinkan pemberian obat trombolitik dalam waktu kurang dari 60 menit setelah pasien tiba di IGD.
Selain terapi trombolitik, stroke infark juga dapat ditangani dengan prosedur
Trombektomi Mekanik.
Prosedur ini dijelaskan oleh dr. Dedy Kurniawan, SpN (K), FINA, Dokter Spesialis Neurologi Konsultan Neurointervensi di Mayapada Hospital Surabaya.
“Trombektomi dilakukan dalam rentang waktu 6-24 jam sejak awal gejala stroke muncul. Prosesnya melibatkan penggunaan kateter yang dimasukkan melalui lipatan paha untuk mengangkat sumbatan di pembuluh darah otak,” ungkap dr. Dedy.
Trombektomi memberikan manfaat besar dalam mencegah dan mengurangi risiko kecacatan jangka panjang akibat stroke.
Prosedur ini juga dapat dilakukan sebagai terapi tambahan setelah terapi trombolitik, atau jika pasien tidak memenuhi kriteria untuk menjalani terapi trombolitik.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
