
Ilustrasi Perawatan Rambut. Sumber Foto: Freepik
JawaPos.com – Perawatan rambut keratin saat ini sudah menjadi salah satu metode perawatan yang populer dan digemari banyak orang karena dapat membuat rambut menjadi lebih lembut, halus, lurus dan berkilau. Banyak orang yang memilih perawatan ini karena hasilnya yang instan.
Sebenarnya keratin secara natural sudah ada pada tubuh dan merupakan protein yang sangat penting. Keratin terdapat pada rambut, kuku, dan kulit. Fungsi keratin bagi rambut sendiri adalah memberikan kekuatan dan elastisitas rambut sehingga rambut lebih ternutrisi dan kuat.
Perlu diketahui bahwa perawatan rambut keratin memiliki risiko yang berpengaruh bagi kesehatan karena mengandung beberapa bahan kimia dan tentunya hal ini perlu menjadi sebuah pertimbangan sebelum melakukan perawatan keratin rambut.
Berdasarkan studi pada laman National Institute of Health, wanita yang sering melakukan perawatan rambut dengan berbahan kimia memiliki potensi dua kali lebih besar untuk terkena kanker dibandingkan dengan mereka yang sama sekali tidak menggunakan perawatan rambut dengan bahan kimia seperti keratin treatment.
Diketahui bahwa bahan kimia yang terdapat pada perawatan keratin itu mengadung formaldehida yang dapat mengeluarkan uap beracun saat digunakan pada rambut. Senyawa ini menjadi karsinogen, yang jika dibiarkan dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang serius.
Selain itu, terdapat dampak buruk lain yang mungkin terjadi jika sering melakukan perawatan keratin rambut. Antara lain sebagai berikut :
1. Iritasi
Adanya kontak langsung dengan produk keratin dengan bahan kimia dapat menyebabkan iritasi pada kulit kepala seperti kemerahan, gatal dan rasa terbakar. Iritasi ini biasanya terjadi saat setelah pengaplikasian produk.
2. Alergi
Reaksi alergi terhadap bahan kimia mungkin terjadi pada beberapa orang dengan kulit sensitif. Alergi dapat berupa bengkak dan gatal. Maka dari itu, biasanya sebelum pengaplikasian dilakukan tes alergi terlebih dahulu.
3. Gangguan Pernafasan
Uap yang dihasilkan oleh formaldehida dapat menyebabkan gangguan pernafasan seperti batuk, sesak nafas, atau sakit tenggorokan.
4. Kerusakan Struktur Rambut
Meskipun hasil yang didapatkan setelah melakukan perawatan ini membuat rambut lebih halus dan lurus, namun proses kimia yang sudah diaplikasikan dapat merusak struktur rambut dari dalam. Seiring berjalannya waktu, rambut menjadi lebih kering sehingga rapuh dan mudah patah. Sehingga perlu dilakukan perawatan ekstra.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
