Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 September 2024 | 22.32 WIB

Risiko Perawatan Keratin Rambut di Salon, Ternyata Punya Dampak Buruk bagi Kesehatan!

Ilustrasi Perawatan Rambut. Sumber Foto: Freepik - Image

Ilustrasi Perawatan Rambut. Sumber Foto: Freepik

JawaPos.com – Perawatan rambut keratin saat ini sudah menjadi salah satu metode perawatan yang populer dan digemari banyak orang karena dapat membuat rambut menjadi lebih lembut, halus, lurus dan berkilau. Banyak orang yang memilih perawatan ini karena hasilnya yang instan.

Sebenarnya keratin secara natural sudah ada pada tubuh dan merupakan protein yang sangat penting. Keratin terdapat pada rambut, kuku, dan kulit. Fungsi keratin bagi rambut sendiri adalah memberikan kekuatan dan elastisitas rambut sehingga rambut lebih ternutrisi dan kuat.

Namun, istilah keratin dalam perawatan rambut memiliki cara yang berbeda dalam penerapannya.

Perlu diketahui bahwa perawatan rambut keratin memiliki risiko yang berpengaruh bagi kesehatan karena mengandung beberapa bahan kimia dan tentunya hal ini perlu menjadi sebuah pertimbangan sebelum melakukan perawatan keratin rambut.

Berdasarkan studi pada laman National Institute of Health, wanita yang sering melakukan perawatan rambut dengan berbahan kimia memiliki potensi dua kali lebih besar untuk terkena kanker dibandingkan dengan mereka yang sama sekali tidak menggunakan perawatan rambut dengan bahan kimia seperti keratin treatment.

Diketahui bahwa bahan kimia yang terdapat pada perawatan keratin itu mengadung formaldehida yang dapat mengeluarkan uap beracun saat digunakan pada rambut. Senyawa ini menjadi karsinogen, yang jika dibiarkan dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang serius.

Selain itu, terdapat dampak buruk lain yang mungkin terjadi jika sering melakukan perawatan keratin rambut. Antara lain sebagai berikut :

1. Iritasi

Adanya kontak langsung dengan produk keratin dengan bahan kimia dapat menyebabkan iritasi pada kulit kepala seperti kemerahan, gatal dan rasa terbakar. Iritasi ini biasanya terjadi saat setelah pengaplikasian produk.

2. Alergi

Reaksi alergi terhadap bahan kimia mungkin terjadi pada beberapa orang dengan kulit sensitif. Alergi dapat berupa bengkak dan gatal. Maka dari itu, biasanya sebelum pengaplikasian dilakukan tes alergi terlebih dahulu.

3. Gangguan Pernafasan

Uap yang dihasilkan oleh formaldehida dapat menyebabkan gangguan pernafasan seperti batuk, sesak nafas, atau sakit tenggorokan.

4. Kerusakan Struktur Rambut

Meskipun hasil yang didapatkan setelah melakukan perawatan ini membuat rambut lebih halus dan lurus, namun proses kimia yang sudah diaplikasikan dapat merusak struktur rambut dari dalam. Seiring berjalannya waktu, rambut menjadi lebih kering sehingga rapuh dan mudah patah. Sehingga perlu dilakukan perawatan ekstra.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore