Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 September 2024 | 04.17 WIB

Deretan Daftar Makanan Penyebab Kanker Payudara yang Sering Kita Konsumsi Sehari-hari, Waspadalah!

Ilustrasi daging olahan. - Image

Ilustrasi daging olahan.

JawaPos.com - Kanker payudara adalah benjolan yang muncul di payudara ataupun ketiak.

Kanker payudara sendiri merupakan salah satu penyakit mematikan yang mengancam kesehatan perempuan di seluruh dunia terutama di Indonesia.

Menurut data Global Cancer Statistics (Globocan) 2022, di Indonesia terdapat 408.661 kasus kanker baru dengan 22.598 kematian yang disebabkan oleh kanker payudara.

Dikutip dari herscan.com, ada banyak faktor pemicu yang bisa meningkatnya risiko kanker payudara, seperti usia, genetika, riwayat keluarga, dan jenis kelamin bisa meningkatkan risiko kanker payudara, begitu juga dengan pola hidup seperti merokok, kurang bergerak, berat badan, dan pola makan.

Perlu diketahui, bahwa kanker payudara lebih jarang terjadi di negara-negara yang biasa mengonsumsi makanan nabati yang rendah lemak tak jenuh ganda dan lemak jenuh.

Dari hal ini bisa kita simpulkan, bahwa pola makan sangat mempengaruhi risiko serangan kanker payudara.

Lantas apa saja makanan pemicu kanker yang perlu diwaspadai? Berikut adalah deretan makanan yang perlu dihindari:

1. Daging olahan

Daging olahan merupakan makanan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, karena makanan tersebut lebih praktis dibanding dengan daging segar. Daging olahan meliputi produk daging yang diawetkan dengan cara diasapi, diasinkan, diawetkan dengan minyak, atau ditambahkan bahan kimia tambahan. Adapun produk daging olahan seperti ham, dendeng, sosis, dan nugget.

Lalu mengapa daging olahan bisa berbahaya bagi tubuh kita? Karena dalam proses memasak daging biasanya menggunakan suhu tinggi. Suhu tinggi tersebutlah membuat zat kimia baru yaitu zat amina heterosiklik (HCA) dan hidrokarbon aromatic polisiklik (PAH) yang dapat membantu perkembangan kanker.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk membatasi atau menghindari jenis makanan ini. Namun jika belum sanggup untuk lepas dari bahan makanan yang satu ini, kita bisa memasak daging olahan dengan suhu rendah guna mencegah pembentukan zat kimia HCA dan PAH.

2. Makanan Non-Organik

Banyak penelitian dan bukti mengenai bagaimana bahan kimia yang digunakan untuk menanam dapat bereaksi dengan tubuh kita. Penggunaan pestisida dan herbisida selama proses penanaman mungkin saja terdapat residu yang membahayakan bagi tubuh jika terkonsumsi.

Selama bertahun-tahun, telah ada sejumlah penelitian yang mengaitkan pestisida tertentu dengan kanker, termasuk asam diklorofenoksiasetat, yang masih sering digunakan hingga saat ini. Pestisida ini merupakan pengganggu endokrin yang sebenarnya dapat meniru estrogen, kadar hormon estrogen yang tinggi dapat meningkatkan risiko kanker.

Hal ini membuat kita harus selalu mencuci makanan sebelum kita olah. Bahkan jika memungkinkan, konsumsilah makanan organik yang tidak menggunakan pestisida atau herbisida penyebab kanker.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore