
Tanda-tanda Anemia Aplastik yang Perlu Diwaspadai.
Penyakit ini bisa dikatakan cukup mematikan jika tidak ditangani secara serius. Hal ini dibuktikkan dengan meninggalnya komika Indonesia, Babe Cabita setelah menderita Anemia Aplastik dengan jangka waktu yang lama.
Penyebab Anemia Aplastik
Mengutip dari laman alodokter, berdasarkan penyebabnya terdapat dua jenis anemia aplastik, yaitu acquired aplastic anemia dan inherited aplastic anemia.
Acquired aplastic anemia adalah anemia aplastik yang terjadi setelah seseorang lahir dan bukan diturunkan dari orang tua. Jenis anemia aplastik ini lebih banyak terjadi pada orang dewasa.
Sebagian besar kasus anemia aplastik yang terjadi tidak diketahui penyebabnya. Namun, ada teori yang menunjukkan bahwa kondisi ini sebagian besar disebabkan oleh gangguan autoimun. Gangguan autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang organ sehat, yang dalam hal ini adalah sumsum tulang.
Berdasarkan beberapa penlitian, diketahui bahwa anemia aplastik yang didapat setelah lahir ini berisiko terjadi pada orang yang memiliki beberapa faktor seperti infeksi virus, efek samping pengobatan tertentu, terpapar zat kimia atau racun, sering terpapar radiasi berkekuatan tinggi, dan kehamilan.
Kemudian, inhered aplastic anemia atau anemia aplastik bawaan disebabkan oleh kelainan genetik yang diwariskan dari orang tua. Penyakit ini paling sering terjadi pada anak-anak dan remaja. Penderita anemia aplastik jenis ini berisiko mengalami kanker tertentu, seperti leukemia.
Dikutip langsung dari laman Siloam Hospital, orang yang menderita anemia aplastik akan menunjukkan gejala sesuai jenis darah yang jumlahnya berkurang.
Namun secara umum, penderita anemia aplastik dapat menunjukkan beberapa gejala berikut:
1. Transfusi darah
Transfusi darah tidak dapat menyembuhkan penyakit anemia aplastik, tetapi dapat meringankan gejala anemia dan menyediakan sel-sel darah yang tidak bisa diproduksi oleh sumsum tulang.
Penderita anemia aplastik berat mungkin akan membutuhkan transfusi darah berulang kali. Hal ini bisa meningkatkan risiko komplikasi transfusi darah, seperti infeksi, reaksi kekebalan tubuh terhadap darah yang didonorkan, hingga penumpukan zat besi pada sel darah merah (hemokromatosis).
Transplantasi sel induk atau yang biasa disebut transplantasi stem cell atau sel punca bertujuan untuk menyusun kembali sumsum tulang dengan sel induk dari donor. Metode pengobatan ini masih dianggap satu-satunya pilihan pengobatan untuk penderita anemia aplastik berat.
Transplantasi sel induk umumnya dilakukan untuk orang-orang yang berusia muda dan memiliki kecocokan dengan donor, yang biasanya saudara kandung. Metode ini bisa dilakukan melalui transplantasi sumsum tulang.
Meski merupakan pilihan terapi utama untuk mengobati anemia aplastik, prosedur transplantasi sel induk atau transplantasi sumsum tulang ini juga mempunyai risiko, yaitu reaksi penolakan terhadap sumsum tulang dari donor.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
