Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Maret 2024 | 00.47 WIB

Kenali 7 Cara Membentuk Karakter Anak Sejak Usia Dini, Begini Penjelasan Pakar Psikologi UI

Ilustrasi kegiatan untuk membentuk karakter anak sejak dini

JawaPos.com – Membentuk karakter anak sejak dini merupakan hal yang penting dalam parenting orang tua agar anak menjadi mandiri, baik, tangguh, dan bertanggung jawab.

Di era pendidikan sekarang sudah banyak beberapa sekolah yang menerapkan pendidikan karakter ini. Bahkan ini menjadi salah satu kurikulum penting di sekolah.

Selain mengunggulkan kurikulum mata pelajaran umum seperti matematika, kimia, dan fisika, sekolah juga berupaya untuk menanamkan nilai nilai untuk membentuk karakter anak mulai dari integritas, rasa hormat, keadilan, kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian.

Untuk membentuk karakter anak sejak dini tidak bisa hanya mengandalkan dari sekolah saja namun juga dibutuhkan peran pola asuh dari orang tua.

Dilansir dari laman Universitas Indonesia, seorang pakar psikologi memberikan pernyataan bahwa secara sistematis Pemerintah Indonesia telah melakukan banyak upaya untuk memperbaiki kurikulum pendidikan yang bertujuan agar siswa lebih unggul dalam penalarannya.

Tidak hanya itu, beliau juga menambahkan kurikulum pendidikan karakter yang diterapkan saat ini merupakan wujud untuk mengembangkan growth mindset pada anak, yang mana sangat penting untuk membentuk karakter anak sejak dini.

Dilansir dari laman Very Well Family, terdapat 5 cara untuk membentuk karakter anak sejak dini diantaranya :

  1. Menjadikan diri orang tua sebagai teladan

Cara pertama untuk membentuk karakter anak sejak dini adalah mengajarkan nilai-nilai dengan menularkan yang ada pada diri orang tua.

Ketika orang tua melakukan sesuatu yang baik misalnya kejujuran. Maka secara langsung anak akan mengikuti nilai kejujuran tersebut. Sehingga anak perlu diberikan contoh terlebih dulu sebelum dia yang melakukan.

  1. Menggunakan momen yang dapat diajarkan untuk membangun karakter

Sejak usia dini, anak-anak perlu belajar bahwa ketika mereka melanggar pedoman etika keluarga, mereka akan bersedia menerapkan konsekuensi dengan adil.

Orang tua bisa memanfaatkan momen tertentu untuk mengajari nilai nilai karakter. Sebagai contoh ada kasus dalam hal menebus kesalahan saat berbuat kurang baik ke orang lain dengan meminta maaf.

Si anak tidak bilang saat ingin meminjam pensil milik temannya. Disini anak perlu meminta maaf dan mengembalikan pensil tersebut ke pemilik aslinya.

  1. Menceritakan kisah dari sastra dan kehidupan

Orang tua dan guru menggunakan cerita untuk mengajarkan pelajaran moral sebelum buku ditemukan. Namun di era sekarang sudah banyak buku literasi untuk anak anak.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore