Ilustrasi ibu menyusui bayinya. (Pexels)
JawaPos.com – Air Susu Ibu (ASI) sangat penting bagi bayi yang berusia 0 sampai 6 bulan. Nutrisi yang terkandung dalam ASI yang diberikan oleh ibu memiliki peran penting, seperti membentuk sistem kekebalan tubuh bayi, mencegah risiko stunting, dan mendukung pertumbuhan serta perkembangan bayi.
Tak jarang, para Ibu merasa frustasi dan khawatir jika ASI mereka keluar dengan lambat, atau bahkan tidak bisa keluar sama sekali. Oleh sebab itu, perlu diketahui penyebab dan cara agar ASI bisa keluar dengan mudah.
Melansir dari Kementerian Kesehatan, Kamis (14/12), ASI dipengaruhi oleh dua hormon, yaitu Hormon Prolaktin dan Hormon Oksitosin.
Hormon Prolaktin adalah hormon yang terbentuk secara alami di tubuh perempuan menjelang persalinan dan setelah melahirkan. Ketika puting ibu dihisap oleh bayi, payudara akan merangsang otak untuk melepaskan hormon tersebut.
Oleh sebab itu, jika seorang Ibu sering menyusui, maka akan semakin banyak hormon prolaktin yang dihasilkan, sehingga produksi ASI bisa terus berlangsung.
Sedangkan, Hormon oksitosin bisa memicu rangsangan pada payudara yang membuat ASI mengalir keluar dari puting saat diperah, hal tersebut membantu bayi untuk mendapatkan ASI dengan mudah.
Oksitosin akan bekerja ketika bayi menghisap payudara, namun hormon ini juga dapat muncul saat sang ibu melihat, menyentuh, mencium, atau saat mendengar bayinya menangis.
Perlu diketahui bahwa, kedua hormon itu juga dipengaruhi oleh kondisi psikologis, suasana hati, dan pola pikir Ibu. Sehingga, apabila psikologis sang ibu mengalami masalah, maka kinerja hormon-hormon tersebut akan terganggu, dan ASI tidak bisa keluar dengan lancar.
Oleh sebab itu, psikologis dan pikiran sang Ibu harus dijaga dengan baik agar tidak mengalami stres atau merasa tertekan.
Berikut ini adalah tips yang bisa membantu para Ibu untuk merangsang ASI agar bisa keluar dengan mudah dan lancar, simak penjelasan lengkapnya.
Saat menyusui usahakan terus berada dalam kondisi yang tenang dan nyaman. Stres dan kelelahan dapat membuat produksi ASI berkurang atau proses menyusui terganggu.
Jika sudah merasa lelah, maka mintalah bantuan pada pasangan, keluarga, atau kerabat untuk menjaga sang anak atau melakukan pekerjaan rumah tangga.
Saat itu, ibu bisa menyempatkan diri untuk melakukan meditasi, menonton film favorit, maupun melakukan teknik pernapasan dalam.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
