Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 November 2023 | 15.32 WIB

Ini 10 Penyebab Mual Paling Umum, dari Kondisi Pencernaan hingga Makan Terlalu Banyak dan Cara Mengatasinya

ilustrasi seorang wanita mengalami perut mual.

JawaPos.com – Mual merupakan gejala suatu kondisi saat perut terasa tak nyaman dan ingin mengeluarkan isinya atau dikenal sebagai muntah.

Meski tak selamanya mual berujung pada muntah, mual bisa terjadi dengan atau tanpa gejala misalnya pusing dan kram perut.

Mual kerap dianggap sepele dan bisa terjadi kepada siapapun, nyatanya mual dapat menandakan masalah kesehatan seseorang.

Dikutip JawaPos.com dari Real Simple, Jumat (10/11), ada beberapa penyebab mual yang bersifat ringan dan bisa membaik dengan sendirinya, serta bersifat serius yang memerlukan bantuan ahli medis.

Lalu, apa penyebabnya? Mari simak 10 penyebab paling umum perut mual, dari kondisi pencernaan hingga makan terlalu banyak di bawah ini.

  1. Kondisi pencernaan

Seseorang yang merasa mual mungkin mengindikasikan adanya masalah perut misal GERD dan asam lambung naik ke kerongkongan menyebabkan perut terasa tidak nyaman, kata pendiri sekaligus direktur medis Case Integrative Health, Casey Kelley.

Penyebab lainnya ialah tukak lambung atau luka di perut atau usus kecil. Tukak lambung menyebabkan peradangan dan nyeri, mendorong reseptor ke area tersebut untuk memperingatkan otak akan adanya gangguan usus, sehingga tubuh merespons lewat rasa mual.

Gangguan pada sistem pencernaan termasuk mulut, kerongkongan, lambung, dan usus juga bisa menyebabkan mual. Contohnya penyakit crohn dan gastroparesis, suatu kondisi yang memperlambat pengosongan lambung.

Kelley menyebut jika seseorang mengalami mual berkepanjangan dengan gejala kembung, diare, atau sembelit harus mengunjungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

  1. Rasa sakit yang luar biasa

Kondisi yang menyebabkan rasa sakit parah seperti cedera fisik atau operasi dapat menyebabkan rasa mual. Hal ini karena rasa sakit melepaskan hormon adrenalin yang mengaktifkan reseptor seluler di usus dan otak.

Mual juga bisa terjadi setelah operasi, saat obat bius habis dan sensasi nyeri bertambah, nantinya muncul rasa mual.

  1. Pengobatan

Dokter sekaligus penulis buku Eat to Beat Disease: The new Science of How Your Body Can Heal Itself, William W. Li mengatakan mual menjadi efek samping dari pengobatan misal obat kemoterapi merupakan penyebab mual paling terkenal, namun antibiotik dan pereda nyeri bisa juga memicu sakit perut dan mual.

Li menambahkan obat-obatan dapat memicu reseptor di usus yang memberi tahu tubuh bahwa ada zat yang berpotensi berbahaya di dalam darah, nantinya tubuh akan merespons dengan mual dan muntah sebagai mekanisme pertahanan untuk membuang zat asing.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore