
Ilustrasi: daun ganja
JawaPos.com - Legalisasi ganja atau marijuana yang diklaim banyak manfaat masih menjadi polemik di berbagai negara. Kini penelitian terbaru rupanya juga mengungkap bahwa ganja ternyata berpengaruh besar bagi kesuburan pria.
Melansir laman Mirror, Kamis (20/12), sebuah studi baru oleh para peneliti dari Duke University, Durham, Carolina Utara, Amerika Serikat (AS), telah menemukan bahwa pria yang mengisap ganja memiliki jumlah sperma yang lebih rendah. Hal tersebut dikatakan sebagai masalah kesuburan yang mengkhawatirkan.
Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis sperma pria yang telah merokok ganja setidaknya setiap minggu selama enam bulan sebelumnya. Sperma mereka kemudian dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan marijuana dalam enam bulan terakhir, dan tidak lebih dari 10 kali dalam hidup mereka.
Analisis menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi Tetra Hidro Cannabinol (THC) dalam urine pria, semakin rendah jumlah sperma, dan semakin terlihat perubahan genetik pada sperma mereka.
Dr Susan Murphy yang memimpin penelitian mengatakan, berdasarkan temuan itu, para peneliti menyarankan bahwa pria harus berhenti merokok ganja setidaknya selama enam bulan sebelum mencoba memulai sebuah keluarga.
"Dengan tidak adanya studi definitif yang lebih besar, saran terbaik adalah menganggap perubahan ini akan terjadi di sana. Kami tidak tahu apakah akan permanen. Saya mengatakan sebagai tindakan pencegahan, berhenti menggunakan ganja setidaknya selama enam bulan sebelum ingin memiliki buah hati," katanya.
Sekadar informasi, THC adalah bahan kimia yang bertanggung jawab atas sebagian besar efek psikologis ganja. Menurut National Institute on Drug Abuse (NIDA), zat tersebut bertindak seperti bahan kimia cannabinoid yang dibuat secara alami oleh tubuh. Reseptor Cannabinoid terkonsentrasi di daerah otak tertentu yang terkait dengan pemikiran, memori, kesenangan, koordinasi, dan persepsi waktu.
THC menempel pada reseptor dan mengaktifkannya untuk memengaruhi ingatan, kesenangan, pergerakan, pemikiran, konsentrasi, koordinasi, dan persepsi sensor. THC juga salah satu dari banyak senyawa yang ditemukan di dalam resin yang disekresikan oleh kelenjar tanaman ganja.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
