Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Desember 2017 | 05.51 WIB

Di Provinsi Ini, Difteri Renggut Satu Nyawa dan Suspect Puluhan Warga

ILUSTRASI: Penyakit difteri - Image

ILUSTRASI: Penyakit difteri

JawaPos.com - Wabah penyakit difteri menyebar ke daerah Sumatera Barat. Selama Januari hingga November 2017, tercatat sedikitnya 23 pasien suspect (terduga) difteri. Puluhan suspect di provinsi itu tersebar di 10 kabupaten/kota.


Dari seluruh pasien terduga difteri, dua pasien di antaranya dinyatakan positif difteri. Dan satu diantaranya meninggal dunia pada September lalu. Sedangkan 21 pasien lainnya dinyatakan negatif.


''Yang meninggal dunia itu pasien terdeteksi difteri di Kabupaten Pasaman Barat. Sedangkan pasien positif difteri di Solok Selatan berhasil dirawat,'' kata Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Merry Yuliesday kepada JawaPos.com, Jumat (8/12).


Merry mengungkapkan, sampai kini belum ditemukan kembali kasus difteri di Sumbar. Namun, Dinas Kesehatan Sumbar tetap memonitor seluruh fasilitas kesehatan dan gencar melakukan penyuluhan.


Sepuluh daerah yang tercatat pernah memiliki pasien terduga difteri adalah Padang, Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Tanah Datar, Pasaman Barat, Bukittinggi, Lima Puluh Kota, Solok Selatan, dan Agam.


''Kasus di Sumbar tidak sama dengan Jabodetabek dan Banten. Sebabnya, kasusnya tidak menyeluruh,'' ujar Merry.


Merry menerangkan, satu pasien di Pasaman Barat yang meninggal dunia diketahui tidak pernah menerima imunisasi sebelumnya. Tak hanya itu, pasien juga tercatat secara medis mengalami gangguan mental.


''Saat ini tidak ada lagi kasus (difteri). Makanya Sumbar tidak ada imunisasi seperti yang di DKI (Jakarta) maupun Banten,'' ujar Merry.


Mengantisipasi dinamika penyebaran penyakit difteri, Merry tetap memerintahkan seluruh fasilitas kesehatan baik level provinsi hingga puskesmas di kecamatan untuk siaga melayani pasien dengan keluhan gejala difteri.


''Untuk bayi balita yang demam pilek sesak nafas segeralah berobat. Periksakan, kalau ada kecenderungan atau suspect akan dirujuk. Sampai dinyatakan negatif,'' katanya.


Berdasarkan catatan seluruh 23 pasien suspect tidak lengkap menerima imunisasi. Nantinya Dinas Kesehatan Sumbar akan menggencarkan lagi program imunisasi, termasuk peningkatan cakupan imunisasi baik dasar maupun lanjutan.


Pemerintah juga melakukan sweeping dan DOFU (drop out follow up). Yakni, langkah untuk melengkapi imunisasi bagi sasaran yang belum lengkap status imunisasi dasarnya.


''Kami juga mapping daerah yang sudah 2-3 tahun tidak UCI (universal child immunization) untuk segera lakukan BLF (back log fighting),'' katanya. Selain itu, program surveilance juga dilakukan dengan meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dini masyarakat.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore