
Petugas kepolisian dari Satgas Operasi Damai Cartenz mengamankan barang bukti dalam penindakan terhadap 3 anggota KKB di Yahukimo. (Polri)
JawaPos.com - Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz melaporkan kontak tembak di wilayah Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Jumat (17/7). Pasca kontak tembak tersebut, 3 anggota Kelompok Kriminal Bersenjata dipastikan tewas.
Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo menyampaikan bahwa dari tangan ketiga anggota KKB tersebut, polisi mengamankan 3 pucuk senjata api. Menurut dia, kelompok bersenjata itu bergerak di bawah Kodam XVI Yahukimo Batalton Yamue yang dipimpin oleh Ronal Heluka.
Lokasi kontak tembak berada dalam kawasan KM 4 Logpon, Distrik Dekai. Kontak tembak terjadi sekitar pukul 05.45 WIT. Kontak tembak terjadi karena KKB melakukan perlawanan. Sehingga petugas mengambil tindakan tegas dan terukur untuk memastikan keselamatan masyarakat.
”Dari operasi tersebut, 3 anggota KKB dinyatakan meninggal dunia. Berdasarkan hasil identifikasi, ketiganya adalah Roni Rubis, Kumis Passae, dan Orgenes Bayage, yang merupakan bagian dari KKB Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yamue,” terang Kombes Yusuf pada Sabtu (18/7).
Menurut Yusuf, penindakan terhadap KKB tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil penyelidikan dan informasi intelijen mengenai keberadaan kelompok bersenjata yang dipimpin seorang buronan atau DPO atas nama Ronal Heluka. Polisi mendapat informasi yang menyebut kelompok itu \menggunakan sebuah rumah untuk persinggahan di kawasan Logpon.
”Setelah seluruh informasi diverifikasi dan dianalisis, tim gabungan melaksanakan operasi untuk mencegah terjadinya aksi kekerasan bersenjata yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat,” terang dia.
Dalam catatan kepolisian, kelompok itu diduga terlibat dalam berbagai aksi kekerasan bersenjata di Papua sejak 2022. Baik aksi kekerasan yang menyasar petugas keamanan maupun masyarakat sipil. Sejumlah peristiwa yang diduga melibatkan kelompok tersebut antara lain:
1. Pembunuhan personel Kodim 1715/Yahukimo, Almarhum Pratu Eka Yohan Kaize, pada 3 Desember 2022;
2. Penembakan mobil patroli Satgas Operasi Damai Cartenz di KM 6 Dekai pada 26 Mei 2023;
3. Pembakaran kendaraan dinas Satbinmas Polres Yahukimo pada 28 Januari 2025;
4. Penganiayaan berat terhadap Ujang Supriayatna pada 17 Juni 2025;
5. Pembunuhan Almarhum Indra Guru Wardana disertai pembakaran rumah di Kampung Ulakin, Kabupaten Asmat, pada 19 September 2025;
6. Penganiayaan berat terhadap Suwono pada 12 Februari 2026;
7. Pembunuhan tujuh penambang di Kampung Kawe, Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, pada 19 Mei 2026;
8. Kontak tembak dengan personel TNI yang disertai pembakaran bangunan di Distrik Manggelum, Kabupaten Boven Digoel, pada 4 Juni 2026.
Rangkaian aksi berwujud pelanggaran pidana tersebut menjadi bagian dari proses penyelidikan dan pengembangan yang dilakukan petugas kepolisian. Aksi-aksi itu juga menjadi dasar pelaksanaan operasi penegakan hukum terhadap kelompok tersebut.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
