Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Mei 2025 | 03.17 WIB

Perkuat Sistem Pertahanan Nasional, Universitas Telkom Gandeng Ahli Elektromagnetika Lahirkan Sistem Antidrone Canggih

Sistem antidrone yang dikembangkan oleh Universitas Telkom bersama ahli elektromagnetika Indonesia. (Istimewa) - Image

Sistem antidrone yang dikembangkan oleh Universitas Telkom bersama ahli elektromagnetika Indonesia. (Istimewa)

JawaPos.com - Inisiasi untuk memperkuat sistem pertahanan dan keamanan nasional kembali muncul. Kali ini melibatkan Universitas Telkom dan ahli elektromagnetika.

Mereka mengembangkan sistem antidrone canggih yang lebih efektif melumpuhkan drone di berbagai medan, termasuk medan pertempuran. 

Lewat Pusat Unggulan IPTEKS Perguruan Tinggi (PUI-PT) Intelligent Sensing IoT, sejak tahun lalu tim peneliti yang dipimpin oleh ahli elektromagnetik Aloysius Adya Pramudita dan Yussi Perdana Saputera melakukan riset dan pengembangan sistem antidrone inovatif.

Mereka fokus mengembangkan teknologi antidrone berbasis prinsip cut frequency yang dirancang untuk secara efektif memutus komunikasi antara drone dan operatornya.

Bahkan mereka berniat mengembangkan teknologi electromagnetic pulse atau EMP yang lebih canggih dan bisa diandalkan dalam peperangan asimetris modern. 

”Peperangan modern dan masa depan adalah peperangan elektronika, yang melibatkan sistem elektronika, telekomunikasi, kecerdasan buatan (AI), dan robot. Kemampuan melindungi infrastruktur vital dari serangan EMP menjadi sangat krusial,” ungkap Yussi kepada awak media, Sabtu (10/5). 

Menurut Yussi, peperangan asimetris yang semakin relevan di era digital memanfaatkan teknologi canggih untuk menyerang sistem elektronika dan telekomunikasi musuh.

Karena itu, serangan drone, yang dikendalikan dari jarak jauh, menjadi ancaman serius. Sebab, drone dapat digunakan untuk pengintaian, pengawasan, bahkan serangan bersenjata yang sulit dideteksi dan dicegah. 

”Bayangkan jika musuh menggunakan drone untuk melumpuhkan jaringan listrik, sistem komunikasi, atau pusat komando militer, dampaknya bisa sangat menghancurkan,” kata dia. 

Untuk itu, Yussi dan timnya bekerja keras melahirkan sistem anti drone canggih dan modern. Sehingga bisa digunakan untuk melindungi pertahanan dan keamanan nasional.

Tak hanya melibatkan Universitas Telkom, riset yang dikerjakan oleh timnya didanai program Kedaireka dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. 

”Melalui Program Kedaireka, kami melibatkan mahasiswa sebagai peserta magang dalam program Kampus Merdeka. Ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam riset dan pengembangan teknologi, sekaligus meningkatkan keterampilan dan daya saing mereka di dunia kerja,” ungkap Yussi.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore