
Ilustrasi
JawaPos.com - Segala kemungkinan dapat terjadi dalam Aksi Bela Islam II yang digelar hari ini (4/11). Termasuk, penyusupan sejumlah simpatisan ISIS.
Untuk itu, menurut Pengamat Intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertapati, dalam analisa intlijen segala kemungkinan harus masuk sebagai data untuk dianalisa dan lakukan deteksi dini.
"Info merupakan hal penting bagi intel. Jadi, bila ada info bahwa ISIS bisa masuk lebih cepat, maka harus disertai upaya cegah tangkal," ujarnya kepada JawaPos.com, Jumat (4/11).
Nuning -sapaannya- mengatakan, saat situasi dianggap rawan, semua fungsi intelijen harus diaktifkan.
"Termasuk cipta kondisi yang ditujukan agar segala gangguan kamtibmas dapat teratasi dengan baik. Sistem cegah tangkal dan penanggulangan yang terkoordinasi, holistik," tegasnya.
Namun, yang patut digaris bawahi, menurut dia, aksi yang terjadi hari ini sudah tidak jelas lagi fokusnya.
"Saya lihat bukan hanya menyoal proses hukum Pak Ahok, tapi masuk ke lini-lini lain, utamanya politik," pungkas Nuning.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang berbicara pada Forum Perdamaian Dunia pada Rabu (2/11) mengatakan, polisi memperoleh informasi akan ada simpatisan ISIS dari pendukung lokal kelompok islam garis keras akan ikut dalam aksi unjuk rasa.
Menurut Tito, simpatisan itu berasal dari Jemaah Ansharut Tauhid (JAT) atau kelompok militan Jemaah Ansharut Daulah.
JAT merupakan bagian dari jaringan teror Jemaah Islamiah tetapi kedua organisasi itu berhubungan dengan ideologi radikal Aman Abdurrahman, pada teror di Jakarta 14 Januari lalu.
Adapun Aksi Bela Islam II yang digelar hari ini guna menuntut agar Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diproses hukum secara terang dan transparan.
Pasalnya, dia disangka menistakan agama Islam.(dna/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
