
KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan arahan dalam Rapim TNI AL di Jakarta pada Rabu (11/2), termasuk soal rencana pengadaan kapal baru buatan dalam negeri. (TNI AL)
JawaPos.com - Pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru menjadi fokus TNI AL tahun ini. Khususnya alutsista kapal perang untuk memperkuat armada Angkatan Laut Indonesia. Termasuk di antaranya kapal yang dipesan dari luar negeri.
Menurut Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, ada beberapa kapal perang buatan luar negeri yang bakal tiba di Indonesia tahun ini.
Menurut Ali, TNI AL memang memprioritaskan pengadaan kapal perang buatan dalam negeri. Namun, kapal-kapal yang belum mampu dibuat oleh galangan kapal dalam negeri akan dipesan dari perusahaan luar negeri.
Misalnya kapal-kapal fregat berukuran besar. Kemudian kapal selam yang sampai saat ini pengerjaannya masih perlu kerja sama dengan luar negeri.
”Kita nanti ada kapal selam yang di luar negeri, ada kapal atas air fregat, ada (kapal dari) beberapa negara. Nah itu harapannya kayak (KRI) Prabu Siliwangi akan datang mungkin bulan April, bulan April sudah tiba di tanah air,” terang dia sebelum membuka Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AL 2026 pada Rabu (11/2).
Selain itu, ada kapal survei yang dibuat oleh perusahaan asal Jerman. Yakni KRI Canopus. Nantinya kapal survei tersebut akan digunakan oleh Pusat Hidrografi dan Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal).
Tidak hanya itu, KRI Canopus juga dilengkapi dengan kemampuan untuk rescue kapal selam. Sehingga tahun ini TNI AL akan memiliki kapal untuk rescue kapal selam.
”Kemudian KRI Canopus, kapal hidros yang sekaligus sebagai kapal rescue kapal selam. Itu juga bisa hadir mungkin bulan April pertengahan atau Mei. Mudah-mudahan bulan April semua bisa hadir,” ucap Ali.
Orang nomor satu di TNI AL itu mengakui bahwa salah satu fokusnya tahun ini adalah pengadaan kapal-kapal baru.
Sebab, kapal-kapal itu yang dibutuhkan oleh para prajurit Angkatan Laut untuk melaksanakan operasi dan patroli.
Apalagi Presiden Prabowo sudah memerintahkan TNI AL untuk mencegah terjadinya penyelundupan melalui perairan Indonesia.
”Kami semakin tegas. Arahan dari bapak presiden, kami harus mencegah penyelundupan-penyelundupan yang dapat membocorkan dan memberikan kerugian negara,” ujarnya.
Rapim TNI AL tahun ini berlangsung di Mabes TNI AL (Mabesal), Cilangkap, Jakarta Timur (Jaktim). Sebanyak 147 perwira tinggi (pati) TNI AL turut hadir dalam rapim tersebut.
Tidak hanya pati yang bertugas di Jakarta, pati yang bertugas di luar Jakarta juga datang secara langsung.
Mereka membahas bersama beberapa arahan yang sudah disampaikan oleh presiden, menteri pertahanan (menhan), dan panglima TNI.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
