
Pesawat Jet Tempur Rafale saat mendarat di Apron Selatan Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (24/7/2024). (Dery Ridwansah/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Pemerintah Indonesia memastikan bahwa tidak ada rencana penggunaan fasilitas militer milik Indonesia untuk militer Rusia.
Termasuk Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Manuhua, Biak Numfor, Papua. Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan hal itu.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas menyatakan bahwa informasi yang beredar berkaitan dengan hal tersebut sama sekali tidak benar.
Dia mengatakan, Indonesia memang menjalin kerja sama dengan Rusia. Namun tidak untuk menjadikan salah satu pangkalan mereka untuk digunakan militer Rusia.
”Terkait pemberitaan tentang usulan penggunaan pangkalan Indonesia oleh Rusia, Kemhan mengklarifikasi bahwa berita tersebut tidak benar,” tegas Frega saat dikonfirmasi oleh awak media pada Selasa (15/4).
Pada 25 Februari lalu, Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Sergei Shoigu memang bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin.
Meski demikian, Frega memastikan, tidak pembahasan mengenai penggunaan Lanud TNI AU Manuhua untuk militer Rusia.
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia melalui Kemhan sangat mengapresiasi dukungan dan kerja sama berkelanjutan dari Rusia, khususnya dalam mendorong pemahaman dan kerja sama di berbagai bidang, termasuk pertahanan dan keamanan.
”Saya berharap dapat semakin memperdalam kerja sama pertahanan kita dan mengeksplorasi peluang baru untuk kolaborasi. Bersama, kita dapat menghadapi tantangan keamanan bersama dan berkontribusi pada stabilitas dan perdamaian dunia,” ungkap Menhan Sjafrie kala itu.
Di luar hal itu, kedua negara berkomitmen untuk mengeksplorasi kolaborasi yang lebih mendalam dalam kerja sama teknologi militer, didasarkan pada pengakuan bersama atas manfaat strategis dari kemitraan teknologi dan pertukaran keahlian.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan militer serta mendorong modernisasi pertahanan kedua negara.
Sebagai bagian dari komitmen itu, Indonesia dan Rusia akan menjajaki peluang untuk berkolaborasi melalui Forum Kerja Sama Teknis Militer, yang dikenal sebagai Komisi Antarpemerintah untuk Kerja Sama Teknis Militer. Forum tersebut menjadi wadah utama dalam membahas berbagai inisiatif kerja sama.
”Saya berharap dapat membangun hubungan people to people, yang tidak hanya bersifat formal, tetapi juga memungkinkan terbentuknya hubungan erat antar unit dan satuan,” lanjut Sjafrie.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
