Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 April 2025 | 04.16 WIB

Kemhan Bantah Informasi Soal Tudingan Lanud Manuhua di Biak Numfor Papua jadi Pangkalan Militer Rusia

Pesawat Jet Tempur Rafale saat mendarat di Apron Selatan Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (24/7/2024). (Dery Ridwansah/ Jawa Pos) - Image

Pesawat Jet Tempur Rafale saat mendarat di Apron Selatan Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (24/7/2024). (Dery Ridwansah/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemerintah Indonesia memastikan bahwa tidak ada rencana penggunaan fasilitas militer milik Indonesia untuk militer Rusia.

Termasuk Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Manuhua, Biak Numfor, Papua. Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan hal itu. 

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas menyatakan bahwa informasi yang beredar berkaitan dengan hal tersebut sama sekali tidak benar.

Dia mengatakan, Indonesia memang menjalin kerja sama dengan Rusia. Namun tidak untuk menjadikan salah satu pangkalan mereka untuk digunakan militer Rusia

”Terkait pemberitaan tentang usulan penggunaan pangkalan Indonesia oleh Rusia, Kemhan mengklarifikasi bahwa berita tersebut tidak benar,” tegas Frega saat dikonfirmasi oleh awak media pada Selasa (15/4). 

Pada 25 Februari lalu, Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Sergei Shoigu memang bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin.

Meski demikian, Frega memastikan, tidak pembahasan mengenai penggunaan Lanud TNI AU Manuhua untuk militer Rusia. 

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia melalui Kemhan sangat mengapresiasi dukungan dan kerja sama berkelanjutan dari Rusia, khususnya dalam mendorong pemahaman dan kerja sama di berbagai bidang, termasuk pertahanan dan keamanan.

”Saya berharap dapat semakin memperdalam kerja sama pertahanan kita dan mengeksplorasi peluang baru untuk kolaborasi. Bersama, kita dapat menghadapi tantangan keamanan bersama dan berkontribusi pada stabilitas dan perdamaian dunia,” ungkap Menhan Sjafrie kala itu.

Di luar hal itu, kedua negara berkomitmen untuk mengeksplorasi kolaborasi yang lebih mendalam dalam kerja sama teknologi militer, didasarkan pada pengakuan bersama atas manfaat strategis dari kemitraan teknologi dan pertukaran keahlian.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan militer serta mendorong modernisasi pertahanan kedua negara.

Sebagai bagian dari komitmen itu, Indonesia dan Rusia akan menjajaki peluang untuk berkolaborasi melalui Forum Kerja Sama Teknis Militer, yang dikenal sebagai Komisi Antarpemerintah untuk Kerja Sama Teknis Militer. Forum tersebut menjadi wadah utama dalam membahas berbagai inisiatif kerja sama.

”Saya berharap dapat membangun hubungan people to people, yang tidak hanya bersifat formal, tetapi juga memungkinkan terbentuknya hubungan erat antar unit dan satuan,” lanjut Sjafrie.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore