
ILUSTRASI. (NINA/JAWA POS)
Tidak jarang, kita menemukan baliho-baliho merenggut hak pejalan kaki. Baliho dipasang melintang sehingga pejalan kaki tertutup aksesnya. Belum lagi, di pelbagai penjuru desa kita saksikan sejumlah poster yang ditancapkan ke pohon-pohon di tepi jalan.
Kita menginginkan pendidikan politik yang baik bagi pemilih. Pendidikan politik yang baik, kita tahu, tentu saja dimulai dari keteladanan yang baik dari calon pemimpin yang mengajukan diri untuk dipilih. Kampanye adalah salah satu sarana yang paling yahud untuk melakukan pendidikan politik bagi calon pemilih. Sudah menjadi keharusan aktivitas yang dilakukan juga mesti bernuansa edukasi, termasuk ramah ruang sosial dan ekologi. (*)
---
FARIZ ALNIZAR, Munsyi di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, Jakarta

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
