
ILUSTRASI. (NINA/JAWA POS)
Menurut Kimmerer, contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa bahasa Potawatomi bertumpu pada gramatika animacy-respect: tegas memisahkan realitas natural dan realitas artifisial dan tahu kadar rasa hormat ideal untuk keduanya. Bahasa Potawatomi mewakili kebenaran mitik suku Potawatomi yang melihat alam sebagai entitas hidup. Kimmerer menggunakan bahasa Potawatomi sebagai kritik terhadap bahasa penjajah, Inggris, yang mengerdilkan objek nonmanusia sebagai ”it”, sehingga ketika manusia hendak menghancurkan hutan demi motif ekonomi, tidak ada jeda emosional yang akan menahannya. (*)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
