
ILUSTRASI
Tapi, itu dulu. Saya belakangan menyadari, alih-alih meratapi dan menyalahkan riwayat bacaan saya yang miskin dan serampangan, saya mesti mensyukuri betapa berwarnanya trajektori bacaan yang telah saya lewati. Bacaan-bacaan buruk di masa lalu itu malahan menciptakan khazanah dan perpustakaan unik di kepala saya, baik sebagai pembaca dan kemudian sebagai pengarang. Dan semakin jauh saya menyelam ke dunia kepengarangan, saya semakin tahu, utang-utang saya kepada bacaan-bacaan buruk itu tak kurang besarnya dibandingkan dengan bacaan-bacaan agung yang dengan bangga saya pamer-pamerkan di rak buku di ruang tamu. Maka, menyaksikan bocah SMP membaca Laskar Pelangi di angkudes yang penuh sesak, tak ada perasaan lain kecuali sikap hikmat dan hormat –dan barangkali sedikit nostalgis.
Walaupun begitu, buku buruk mesti dikatakan buruk, sebagaimana buku baik juga mesti dikatakan baik, dan sebaiknya kita tak mempertukarkannya dengan dalih selera. Demikian juga yang sastra mesti disebut sastra, sebagaimana yang pop juga mesti disebut pop, dan kita tak perlu merelatifkannya untuk terkesan demokratis. Dan karena buku-buku buruk akan terus ada sebagaimana juga buku baik, dan bacaan-bacaan pop yang berdampak besar barangkali akan terus membayangi buku-buku sastra yang terlupakan dalam hitungan bulan, barangkali yang terpenting adalah pembaca yang baik dan membaca dengan baik. (*)
---
Mahfud Ikhwan, Penulis asal Lamongan

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
