Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 Mei 2024 | 14.46 WIB

Buku Pop dan Pembacanya

ILUSTRASI - Image

ILUSTRASI

Tapi, itu dulu. Saya belakangan menyadari, alih-alih meratapi dan menyalahkan riwayat bacaan saya yang miskin dan serampangan, saya mesti mensyukuri betapa berwarnanya trajektori bacaan yang telah saya lewati. Bacaan-bacaan buruk di masa lalu itu malahan menciptakan khazanah dan perpustakaan unik di kepala saya, baik sebagai pembaca dan kemudian sebagai pengarang. Dan semakin jauh saya menyelam ke dunia kepengarangan, saya semakin tahu, utang-utang saya kepada bacaan-bacaan buruk itu tak kurang besarnya dibandingkan dengan bacaan-bacaan agung yang dengan bangga saya pamer-pamerkan di rak buku di ruang tamu. Maka, menyaksikan bocah SMP membaca Laskar Pelangi di angkudes yang penuh sesak, tak ada perasaan lain kecuali sikap hikmat dan hormat –dan barangkali sedikit nostalgis.

Walaupun begitu, buku buruk mesti dikatakan buruk, sebagaimana buku baik juga mesti dikatakan baik, dan sebaiknya kita tak mempertukarkannya dengan dalih selera. Demikian juga yang sastra mesti disebut sastra, sebagaimana yang pop juga mesti disebut pop, dan kita tak perlu merelatifkannya untuk terkesan demokratis. Dan karena buku-buku buruk akan terus ada sebagaimana juga buku baik, dan bacaan-bacaan pop yang berdampak besar barangkali akan terus membayangi buku-buku sastra yang terlupakan dalam hitungan bulan, barangkali yang terpenting adalah pembaca yang baik dan membaca dengan baik. (*)

---

Mahfud Ikhwan, Penulis asal Lamongan

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore