Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Agustus 2024, 00.36 WIB

Sepak Bola dan Membaca

ILUSTRASI. (BAGUS/JAWA POS) - Image

ILUSTRASI. (BAGUS/JAWA POS)

***

Literasi jadi makin pelik ketika bersentuhan dengan masyarakat digital. Informasi, berita, dan bacaan begitu melimpah sekaligus mudah. Tapi, pada saat yang sama, semuanya adalah tentang hiburan dan kesenangan. Sisanya adalah sampah.

Di internet, para penggemar sepak bola kini dengan mudah membuka The Guardian, The Players’ Tribune, The Athletic, atau The Blizzard. Ulasan Jonathan Liew terbaru bisa dibagikan atau dikomentari secara langsung. Tapi, pada saat yang sama, sebagian sangat besar penggemar sepak bola nyampah di akun-akun pengail perhatian dengan kalimat macam ’’ayo memasak” atau ’’bacot” semata. Jika dipukul rata, sepertinya penggemar sepak bola saat ini tak banyak berbeda dengan berdekade-dekade sebelumnya. 

Sebagai pengarang, di masa sekarang, menulis dan membuat buku menjadi lebih kompleks daripada sebelum-sebelumnya –dan saya pasti akan membutuhkan kolom lain untuk menjelaskannya. Menulis (tentang) sepak bola adalah kerumitan itu dikalikan dua. Tidak kurang.

Jadi, sekali lagi, menulis sepak bola adalah mengisi rak-rak kosong berdebu di perpustakaan yang sepi. Membuat rak-rak itu menjadi lebih terawat, lebih padat, dan lebih beragam daftar bukunya adalah tindakan terbaik yang bisa dilakukan oleh setiap penulis baru yang lahir atau setiap buku baru yang terbit. Siapa tahu satu-dua orang akan tergerak menengok, masuk, lalu membaca. Tidak lebih. (*)

 MAHFUD IKHWAN, penulis asal Lamongan

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore