
ILUSTRASI
Dalam pentas perpolitikan Indonesia, kita melihat bagaimana para pemimpin, mulai pemimpin negara hingga pemimpin agama, tak mampu untuk menahan hasrat berkuasa. Kekuasaan telah menjadi candu yang begitu memabukkan, yang terus membuat siapa pun yang pernah mencicipi akan terus merasa kurang, merasa lapar.
Puasa kuasa telah menjadi sesuatu yang begitu menakutkan. Partai-partai tak punya nyali menjadi oposisi dan lebih memilih menjadi tikus-tikus yang ikut berbagi remahan kue kekuasaan. Ulama-ulama pun takut kehilangan cantolan dan sokongan.
Orang-orang inilah yang selalu berceramah tentang kewajiban puasa di bulan Ramadan, mengingatkan umat betapa pentingnya menahan segala nafsu selama puasa. Padahal, yang jauh lebih berbahaya daripada nafsu makan dan minum adalah nafsu berkuasa, dan yang lebih dibutuhkan untuk negara ini adalah puasa kuasa. (*)
---
OKKY MADASARI, Sastrawan dan sosiolog

7 Kebiasaan Malam Orang yang Tidak akan Pernah Berhasil dalam Hidup Menurut Psikologi
8 Rekomendasi Kuliner Bebek Terenak di Jogja: Sambal Menyala, Porsi Melimpah dan Rasa Istimewa
9 Rekomendasi Gudeg Koyor Paling Nendang di Semarang, Kuliner Tradisional dengan Rasa Sultan
7 Rekomendasi Brongkos Paling Ngangenin di Jogja, Kuliner Khas dengan Rasa Manis Gurih Pedas
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Ditangkap Kejagung Terkait Perkara Tambang
13 Rekomendasi Mie Ayam Enak di Jogja, Kuliner Kaki Lima yang Rasanya Bak Resto Bintang Lima
15 Tempat Kuliner di Jogja untuk Sarapan Pagi Paling Murah Meriah tapi Rasa Tetap Istimewa
Rekomendasi Kuliner Sate Kambing Terenak di Jogja: Daging Empuk di Lidah, Bumbu Meresap Sempurna
Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs Madura United di Derbi Suramadu! Misi Bangkit di Hadapan Bonek
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Madura United! Momentum Bernardo Tavares Buktikan Magisnya di GBT
