Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Agustus 2026 | 16.29 WIB

Kemenhaj Targetkan Indonesia jadi Pemasok Utama Kebutuhan Haji Dunia

Petugas mengolah makanan yang akan dikonsumsi jamaah haji Indonesia yang berada di Madinah. Jamaah Haji mendapatkan makanan bergizi 3 kali sehari dengan menu Indonesia. (Media Center Haji 2026) - Image

Petugas mengolah makanan yang akan dikonsumsi jamaah haji Indonesia yang berada di Madinah. Jamaah Haji mendapatkan makanan bergizi 3 kali sehari dengan menu Indonesia. (Media Center Haji 2026)

JawaPos.com – Kementerian haji dan Umrah (Kemenhaj) RI tengah berupaya membangun rantai pasok (supply chain) haji dan umrah yang berkelanjutan.

Untuk itu, Ditjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) Kemenhaj terus mendorong penguatan kemitraan strategis antara Indonesia dan Arab Saudi.

Salah satunya lewat Business Matching Indonesia–Saudi Arabia Partnership Forum 2026 bertema Building Strategic Partnership for a Sustainable Pilgrim Supply Chain yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (3/8).

Dirjen PE2HU Jaenal Effendi mengatakan, forum ini menjadi momentum penting untuk mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, eksportir, UMKM, asosiasi industri, dan mitra strategis dari Arab Saudi, dalam memperkuat ekosistem ekonomi haji dan umrah yang terintegrasi.

Ia mengatakan, Indonesia punya potensi besar untuk menjadi pemasok berbagai kebutuhan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan konektivitas, koordinasi, dan kemitraan yang lebih terstruktur agar mampu konsisten menembus pasar Arab Saudi.

"Forum ini bukan sekadar mempertemukan pelaku usaha, tetapi menjadi titik awal membangun ekosistem yang solid sehingga produsen, UMKM, dan eksportir Indonesia dapat memasuki pasar Arab Saudi secara terstruktur dan berkelanjutan. Di sinilah fondasi rantai pasok haji yang kuat mulai dibangun," jelasnya.

Jaenal menjelaskan, selama ini masih ada anggapan bahwa kebutuhan konsumsi haji hanya terbatas pada bumbu dan makanan siap saji (ready to eat/RTE).

Padahal, penyelenggaraan katering haji membutuhkan berbagai komoditas pangan. Seperti beras, ikan, daging, sayuran, tepung, minyak goreng, rempah segar, produk susu, dan beragam bahan pangan lainnya.

Kebutuhan tersebut membuka peluang bagi sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta industri pangan olahan nasional, untuk menjadi bagian dari rantai pasok haji dan umrah global.

Editor: Bayu Putra
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore