
Simulasi petugas haji mengevakuasi jamaah haji yang mengalami lemas dan kondisi darurat ke tempat aman, Senin (12/1/2026). (Bayu Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com - Calon petugas haji atau Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengikuti pelatihan pertolongan pertama pada kasus jamaah haji yang mengalami kondisi darurat, Senin (12/1).
Pelatihan calon petugas haji ini bagian dari kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH Arab Saudi selama 21 hari di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur.
Dalam kesempatan itu, langsung dilakukan simulasi oleh sejumlah calon petugas haji dari sektor kesehatan dan pelindungan jamaah (Linjam), dengan salah satunya menjadi pasien.
Prosesnya diawali dari pendamping pasien yang melapor ke petugas Linjam bahwa ada rekan sekamarnya yang lemas dan jatuh pingsan saat kembali dari masjid.
Personel Linjam lalu mengontak dokter kloter untuk penanganan awal.
Dalam penanganan awal, dokter akan mengecek level kesadaran pasien itu, barulah melakukan tindakan selanjutnya.
Setelah penanganan awal, dokter kloter akan menghubungi dokter sektor untuk merujuk pasien tersebut ke Konsul Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) atau ke salah satu RS di Saudi, tergantung hasil diagnosa yang dilakukan.
Begitu pula bila saat kejadian hanya ada petugas sektor lain, seperti Media Center Haji. Maka petugas MCH harus membantu pasien lebih dulu dan segera menghubungi petugas Linjam. Selanjutnya, berlaku prosedur sebagaimana sebelumnya.
Kadang, ada kasus dokter kloter susah dihubungi. Umumnya, itu terjadi bila dokter tersebut di saat bersamaan tengah menangani pasien lain di kloternya.
dr. Ade Syahputra Damanik, perwakilan calon petugas haji sektor kesehatan menjelaskan, kali ini simulasi dilakukan di hadapan semua peserta dari semua jenis layanan.
Tujuannya melatih semua petugas haji tanpa kecuali, untuk mampu menolong jamaah yang sakit.
"Ini simulasi terintegrasi agar petugas tahu apa yang harus dilakukan bila ada jamaah yang perlu bantuan tapi yang menemukan bukan dokter," terangnya.
Ade menjelaskan, saat ada jamaah jatuh pingsan di tengah perjalanan, petugas yang ada tidak boleh langsung melakukan pertolongan pertama.
Melainkan harus mengevakuasi pasien lebih dahulu ke sudut yang aman. Tujuannya agar pasien tidak dikerumuni oleh jamaah lain yang bisa membahayakan keselamatannya
Para calon petugas haji diajari teknik mengevakuasi pasien dengan aman, sekalipun pasien tersebut kelebihan berat badan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
