
Ary Ginanjar (kanan) saat berada di Masjid Nabawi. Sebagai jemaah haji, dia mengaku takjub dengan pelaksanaan haji 2025 yang menurutnya tertib. (IG Ary Ginanjar)
JawaPos.com – Kekhawatiran terhadap banyaknya narasi negatif seputar penyelenggaraan haji tahun ini disampaikan oleh CEO ESQ Group, Ary Ginanjar Agustian. Dalam keterangannya di Kantor Daerah Kerja (Daker) Madinah, Kamis 12 Juni 2025, Ary mengingatkan agar publik, khususnya para pengguna media sosial dan pegiat pemberitaan, tidak hanya melihat kekurangan dalam ibadah haji, tetapi juga menyoroti keberhasilan dan kemajuan yang telah dicapai.
“Silakan dicek data, yang mendaftar haji di kota-kota besar itu semakin menurun, khususnya anak-anak muda. Mengapa? Karena berita-berita negatif terus dikumandangkan, akhirnya mereka jadi takut berhaji,” ujar Ary.
Menurut Ary, penyebaran informasi negatif yang terus-menerus justru dapat merugikan generasi masa depan. Ia khawatir, jika terus terjadi, semangat untuk berhaji akan makin luntur di kalangan generasi muda.
“Jangan sampai nanti anak saya, kemudian cucu kita tidak mau berhaji akibat dari berita negatif,” ujarnya prihatin.
Ary kemudian menekankan pentingnya membangun optimisme dengan pendekatan yang ia sebut sebagai melihat dengan mata lebah, bukan mata lalat.
“Kalau mata lalat itu, ditaruh di meja makan atau taman bunga, yang dicari tetap yang jelek. Tapi kalau mata lebah, bahkan ditaruh di tempat sampah sekalipun, yang dicari tetap sari bunga, tetap kebaikan,” jelasnya. “Jadi tolonglah pakai mata lebah, jangan terus mata lalat.”
Ia pun menyebut bahwa pelaksanaan haji tahun ini merupakan salah satu yang terbaik jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebagai orang yang telah berulang kali berhaji, bahkan pernah menjadi bagian dari Amirul Hajj tahun 2013, Ary merasa banyak kemajuan yang belum diketahui oleh masyarakat.
“Toilet bersih, jalanan di Mina tidak bau seperti dulu, petugas haji siap di mana-mana, dan jemaah merasa lebih tenang,” ungkapnya.
Karena itu, ia juga mendorong agar program Haji Muda perlu diperkuat. Selain menjadi bagian dari istithaah (kemampuan), keberangkatan jemaah muda dapat menjamin kesinambungan ibadah haji di masa depan.
“Suatu saat generasi tua yang mau berhaji akan habis. Kalau generasi mudanya sudah takut karena berita negatif, lalu siapa yang akan berhaji?” katanya.
Ary pun mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk media dan tokoh masyarakat, untuk tidak saling menyalahkan, melainkan bergandengan tangan memperbaiki kekurangan dan terus menyoroti keberhasilan.
“Kalau kita syukuri, maka Allah akan tambah nikmat. Tapi kalau kufur, azab-Nya amat pedih. Ini perlu kita ingat bersama,” tutup Ary.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
