Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Juni 2025 | 03.40 WIB

Ary Ginanjar Khawatir Generasi Muda Takut Berhaji karena Berita Negatif, Ajak Melihat dengan Mata Lebah

Ary Ginanjar (kanan) saat berada di Masjid Nabawi. Sebagai jemaah haji, dia mengaku takjub dengan pelaksanaan haji 2025 yang menurutnya tertib. (IG Ary Ginanjar) - Image

Ary Ginanjar (kanan) saat berada di Masjid Nabawi. Sebagai jemaah haji, dia mengaku takjub dengan pelaksanaan haji 2025 yang menurutnya tertib. (IG Ary Ginanjar)

JawaPos.com – Kekhawatiran terhadap banyaknya narasi negatif seputar penyelenggaraan haji tahun ini disampaikan oleh CEO ESQ Group, Ary Ginanjar Agustian. Dalam keterangannya di Kantor Daerah Kerja (Daker) Madinah, Kamis 12 Juni 2025, Ary mengingatkan agar publik, khususnya para pengguna media sosial dan pegiat pemberitaan, tidak hanya melihat kekurangan dalam ibadah haji, tetapi juga menyoroti keberhasilan dan kemajuan yang telah dicapai.

“Silakan dicek data, yang mendaftar haji di kota-kota besar itu semakin menurun, khususnya anak-anak muda. Mengapa? Karena berita-berita negatif terus dikumandangkan, akhirnya mereka jadi takut berhaji,” ujar Ary.

Menurut Ary, penyebaran informasi negatif yang terus-menerus justru dapat merugikan generasi masa depan. Ia khawatir, jika terus terjadi, semangat untuk berhaji akan makin luntur di kalangan generasi muda.

“Jangan sampai nanti anak saya, kemudian cucu kita tidak mau berhaji akibat dari berita negatif,” ujarnya prihatin.

Ary kemudian menekankan pentingnya membangun optimisme dengan pendekatan yang ia sebut sebagai melihat dengan mata lebah, bukan mata lalat.

“Kalau mata lalat itu, ditaruh di meja makan atau taman bunga, yang dicari tetap yang jelek. Tapi kalau mata lebah, bahkan ditaruh di tempat sampah sekalipun, yang dicari tetap sari bunga, tetap kebaikan,” jelasnya. “Jadi tolonglah pakai mata lebah, jangan terus mata lalat.”

Ia pun menyebut bahwa pelaksanaan haji tahun ini merupakan salah satu yang terbaik jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebagai orang yang telah berulang kali berhaji, bahkan pernah menjadi bagian dari Amirul Hajj tahun 2013, Ary merasa banyak kemajuan yang belum diketahui oleh masyarakat.

“Toilet bersih, jalanan di Mina tidak bau seperti dulu, petugas haji siap di mana-mana, dan jemaah merasa lebih tenang,” ungkapnya.

Karena itu, ia juga mendorong agar program Haji Muda perlu diperkuat. Selain menjadi bagian dari istithaah (kemampuan), keberangkatan jemaah muda dapat menjamin kesinambungan ibadah haji di masa depan.

“Suatu saat generasi tua yang mau berhaji akan habis. Kalau generasi mudanya sudah takut karena berita negatif, lalu siapa yang akan berhaji?” katanya.

Ary pun mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk media dan tokoh masyarakat, untuk tidak saling menyalahkan, melainkan bergandengan tangan memperbaiki kekurangan dan terus menyoroti keberhasilan.

“Kalau kita syukuri, maka Allah akan tambah nikmat. Tapi kalau kufur, azab-Nya amat pedih. Ini perlu kita ingat bersama,” tutup Ary.

 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore