Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 Juni 2025 | 14.06 WIB

Setumpuk Masalah Perhajian 2025: Petugas Daerah Nebeng Haji, Keterangan Istitaah Dimanipulasi, hingga Syarikah Wanprestasi

Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji (BPH) Dahnil Anzar Simanjuntak (dua dari kanan) memberikan keterangan pers kepada wartawan di Jakarta (11/6) malam. (Hilmi/Jawa Pos)  - Image

Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji (BPH) Dahnil Anzar Simanjuntak (dua dari kanan) memberikan keterangan pers kepada wartawan di Jakarta (11/6) malam. (Hilmi/Jawa Pos) 

JawaPos.com - Badan Penyelenggara Haji (BPH) siap menerima limpahan pengelolaan haji dari Kemenag mulai pertengahan bulan depan. Pelimpahan tersebut termasuk juga setumpuk masalahnya. Dalam menjalankan fungsi pengawasan, BPH menemukan banyak masalah dalam penyelenggaraan haji 2025. Mulai dari oknum petugas yang kurang profesional sampai mitra kerja di Saudi yang wanprestasi. 

Wakil Kepala BPH Dahnil Anzar Simanjuntak menyoroti kinerja petugas haji daerah (PHD) tidak melakukan fungsinya sebagaimana mestinya sebagai petugas haji. "Jadi ada (oknum petugas) PHD-PHD di daerah, kemudian sekadar nebeng naik haji," kata Dahnil Anzar Simanjuntak di kantornya pada Rabu (11/6) malam. 

Meskipun begitu, Dahnil mengatakan banyak sekali petugas-petugas yang memang sudah melakukan tugasnya dengan profesional, ikhlas, dan tulus. Ketika dalam menjalankan tugasnya ada yang kedodoran, dimungkinkan karena rasio mereka dengan jumlah jemaah sangat jomplang. 

BPH berencana merombak sistem rekrutmen petugas haji. Mereka tidak direkrut mepet penyelenggaraan haji dan dapat pembekalan singkat. Ke depan, petugas haji disiapkan beberapa bulan sebelum penyelenggaraan rukun Islam kelima itu. Kemudian akan dilatih di pusat pendidikan dan pelatihan khusus tentang layanan haji. 

Masalah lain yang dia sorot, yakni kinerja syarikah atau operator haji di Saudi. Tahun ini Kemenag bermitra dengan delapan syarikah. Banyaknya syarikah yang digandeng ini justru membuat banyak masalah. Termasuk keterlambatan pengangkutan sejumlah jemaah dari hotel di Makkah menuju Arafah. 

"Tahun depan kami gunakan syarikah tunggal. Maksimal dua syarikah," katanya. Harapannya layanan haji menjadi lebih terkendali. Tidak ada lagi jemaah pisah hotel, meskipun dalam satu kloter. Apalagi sampai ada jemaah suami-istri yang terpisah hotel. 

Masalah lainnya adalah dugaan manipulasi keterangan istitaah kesehatan jemaah. Dahnil menceritakan ada jemaah yang dinyatakan istitaah kesehatan sebelum berangkat. Ternyata yang bersangkutan punya penyakit kencing manis lumayan parah. "Di bagian punggungnya bolong," kata dia. 

Kasus tersebut hanya sebagian kecil saja. Karena dalam kenyataannya ada 2.000 jemaah didaftarkan menjalani safari wukuf. Yaitu layanan wukuf bagi jemaah haji dengan kondisi sakit berat. Karena keterbatasan petugas yang bisa dilayani hanya 500 orang saja. 

Dahnil prihatin banyak jemaah yang sejatinya sakit, tapi diloloskan untuk tetap berhaji. Padahal syarat mampu secara kesehatan atau istitaah, sangat penting dalam berhaji. Jemaah yang tidak memenuhi istitaah, gugur kewajiban hajinya. 

Dalam kesempatan itu, Dahnil kembali menyinggung ada praktik pungli dalam layanan badal haji dan safari wukuf. Dia mengatakan siapa pun pelakunya, safari wukuf itu gratis. Celakanya jemaah safari wukuf sudah bayar pungli, tetapi oleh yang memungut tetap dititipkan ke petugas resmi safari wukuf. 

"Ada yang daftar berhaji sampai jual sawah. Kemudian saat pelunasan jual rumah. Setelah pulang dia tinggal menumpang ke anak," katanya. Dengan kondisi tersebut, Dahnil prihatin masih ada yang tega melakukan pungli. Dia menegaskan setelah memegang komando penyelenggaraan haji, akan melakukan tiga perbaikan mendasar. Yaitu soal integritas, akuntabilitas, dan transparansi. (wan) 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore