Ilustrasi jemaah haji Indonesia saat melakukan wukuf di Arafah, Kamis (5/6). (MCH 2025)
JawaPos.com - Pelaksanaan safari wukuf di Arafah pada Kamis (5/6) berlangsung lancar dan terkendali. Safari wukuf merupakan skema khusus bagi jemaah haji lansia, sakit, atau berisiko tinggi yang tidak memungkinkan untuk mengikuti wukuf secara reguler di tenda Arafah.
Skema ini disiapkan pemerintah sebagai bentuk pelayanan dan perlindungan jemaah dengan kebutuhan khusus, sejalan dengan sabda Nabi Muhammad SAW bahwa “al-hajju Arafah”, haji adalah Arafah. Dengan mengikuti safari wukuf, jemaah tetap dianggap sah melaksanakan rukun haji.
Menurut Kasi PKP2JH Daker Makkah, Susilowati, sebanyak 2.032 jemaah mendaftar untuk mengikuti safari wukuf. Namun, karena keterbatasan kapasitas dan seleksi medis, hanya 500 jemaah yang akhirnya bisa dilayani dan diberangkatkan menggunakan bus khusus.
“Kemampuan pelayanan kami memang untuk 500 orang. Jumlah itu yang berhasil masuk ke hotel transit dan diberangkatkan sesuai prosedur safari wukuf,” ujar Susilowati, Jumat (6/6/2025).
Dari total pendaftar, terdapat 18 jemaah yang dikembalikan ke sektor karena kondisi fisik tidak memungkinkan untuk diberangkatkan meskipun menggunakan bus. Mereka disarankan untuk menjalani perawatan intensif di KKHI atau rumah sakit Arab Saudi (RSAS).
Selain itu, empat jemaah dirujuk langsung ke RSAS, dan dua jemaah meninggal dunia sebelum sempat diberangkatkan.
Untuk mendukung mobilisasi seluruh jemaah yang menggunakan safari wukuf, pihaknya mengerahkan 16 bus. Tiap bus berisi 30-40 jemaah haji karena disusun per syarikah. "Di dalamnya ada 5 petugas, 1 Kyai dari Bidang Bimbad (bimbingan ibadah),'' tuturnya.
Safari wukuf dilakukan dengan cara membawa jemaah ke Arafah menjelang waktu wukuf (sekitar zuhur), membiarkan mereka berada dalam bus saat wukuf, dan setelahnya langsung diarahkan ke Mina tanpa turun di Muzdalifah (mekanisme murur). Seluruh rangkaian ini sudah disesuaikan dengan kebijakan dan regulasi otoritas Arab Saudi.
Sebelumnya, Wamenag Romo Syafii memastikan sahnya ibadah haji meski berada di bus, bukan tenda Arafah.
“Untuk bapak-bapak, ibu-ibu yang mengikuti safari wukuf, sudah dipastikan hajinya sah bila pada tanggal 9 Dzulhijah berada di Padang Arafah. Jadi nggak usah ada keraguan,” kata Wamenag Romo Syafi’i.
Dengan pelaksanaan yang tertib dan pendampingan yang baik, safari wukuf menjadi solusi yang memanusiakan jemaah haji dengan kondisi khusus—sebuah bentuk afirmasi bahwa haji bukan hanya tentang fisik, tetapi tentang kesungguhan niat dan perlindungan atas hak ibadah setiap muslim.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
