Ilustrasi jemaah haji Indonesia saat melakukan wukuf di Arafah, Kamis (5/6). (MCH 2025)
JawaPos.com – Sebanyak 1.392 jemaah haji Indonesia dari kloter campuran menjalani wukuf di Arafah pada Kamis (5/6) tanpa menempati tenda reguler. Mereka baru datang pada pagi hari 9 Zulhijah dan tidak kebagian ruang di tenda-tenda utama Arafah.
Melihat kondisi cuaca yang semakin panas dan padat, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) segera berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi, termasuk Kementerian Haji dan al-Hai’ah al-Malakiyah.
Seluruh jemaah tersebut kemudian diarahkan menuju tenda-tenda khusus kerajaan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan mereka selama wukuf.
“Lokasi tenda-tenda tersebut masih berada di dalam area Arafah sehingga mereka dapat melaksanakan wukuf dengan sempurna,” tegas Ketua Mustasyar Diny Daker Makkah, Oman Fathurahman, usai berdiskusi bersama anggota Mustasyar Diny di Arafah.
Otoritas Saudi selanjutnya merencanakan agar jemaah langsung diberangkatkan kembali ke hotel masing-masing di Makkah usai Magrib dengan melintasi Muzdalifah tanpa turun. Untuk itu, PPIH memberikan penjelasan tahapan ibadah yang harus diikuti oleh jemaah dalam skema ini.
Pertama, wukuf di Arafah telah dilaksanakan dengan sempurna. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW bahwa “Al-hajju ‘Arafah”. Inti dari ibadah haji adalah wukuf di Arafah.
Kedua, jemaah akan melintasi Muzdalifah dari atas bus dan langsung menuju hotel. Mereka dapat mengambil pendapat bahwa mabit di Muzdalifah adalah sunnah sehingga tidak memengaruhi keabsahan haji.
Ketiga, setelah beristirahat di hotel, jemaah sudah bisa mulai melaksanakan thawaf ifadah, sai, dan tahallul (cukur rambut) mulai pukul 00.00 WAS. Setelah tahallul awal, seluruh larangan ihram sudah boleh ditinggalkan kecuali hubungan suami istri.
Keempat, karena lokasi hotel cukup jauh dari Mina, jemaah disarankan untuk tidak memaksakan diri mabit di Mina. Mereka dapat mengikuti pendapat yang menyatakan mabit di Mina juga bersifat sunnah.
Kelima, untuk pelaksanaan lempar jumrah Aqabah pada 10 Zulhijah dan lempar jumrah hari-hari tasyrik, jemaah boleh mewakilkannya kepada kolega yang sedang berada di sekitar jamarat.
Keenam, dengan mengikuti panduan ini, seluruh rangkaian ibadah haji telah dinyatakan selesai. Jemaah juga telah mencapai tahallul tsani dan ibadah hajinya sah tanpa perlu membayar dam.
PPIH dan otoritas keagamaan berharap jemaah tetap tenang dan yakin, karena seluruh proses ini telah diatur untuk menjaga keselamatan sekaligus memenuhi ketentuan syariat.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
