
Anggota Amirul Hajj KH. Ahmad Said Asrori yang menjadi khatib di Arafah. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)
JawaPos.com – Puncak ibadah haji 2025 berlangsung hari ini, Kamis, 9 Dzulhijjah 1446 Hijriah atau 5 Juni 2025. Seluruh jemaah haji dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf.
Di momen penuh hikmah dan haru ini, jemaah haji Indonesia mengikuti khutbah wukuf yang disampaikan oleh KH Ahmad Said Asrori, anggota Amirul Hajj, dengan tema “Wukuf di Arafah: Meneguhkan Persaudaraan dan Semangat Kebangsaan”.
Khutbah tersebut digelar di tenda misi haji Indonesia dan diikuti langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, para pimpinan PPIH Arab Saudi, anggota DPR RI, serta Duta Besar RI untuk Arab Saudi.
Dalam khutbahnya, KH Ahmad Said Asrori mengajak seluruh jemaah untuk menyadari hakikat kemanusiaan dan persaudaraan yang sejati, menjadikan Arafah sebagai momentum transformasi spiritual untuk kembali kepada jati diri, serta menjunjung tinggi nilai-nilai ukhuwah dan cinta tanah air.
Berikut naskah lengkapnya:
Labbaik Allahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda wan-ni’mata laka wal mulk, la syarika lak.
Pada hari yang mulia ini, mari kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. Karena dengan rahmat dan kasih sayang-Nya, hidayah dan inayah-Nya, kita dapat berhaji dan berwukuf di Padang Arafah. Shalawat dan salam mari kita haturkan kepada Nabi agung Muhammad Saw., Sang pembebas perbudakan dan peletak dasar persaudaraan.
Hari ini adalah hari yang dinanti oleh jutaan umat Islam di dunia. Hari ketika semua jemaah haji berkumpul di Padang Arafah. Semua bersimpuh, bermunajat, dan bersujud di hadapan Sang Pencipta, Allah Swt., untuk meraih ampunan dan rida-Nya. Lantunan talbiyah bergema memenuhi langit Arafah:
Labbaik Allahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda wan-ni’mata laka wal mulk, la syarika lak.
Arafah adalah miniatur mahsyar. Di tempat ini umat manusia berkumpul dengan pakaian yang sama—putih sebagai lambang kesucian dan kesetaraan. Pangkat, jabatan, status sosial tak lagi berfaedah. Di hari kiamat kelak, harta, anak, pasangan, saudara, tak lagi menjadi sandaran. Yang menyelamatkan hanyalah keimanan dan ketakwaan.
“Pada hari itu manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. (QS. ‘Abasa: 34-36)
“Di hari itu, harta dan anak-anak tidak berguna lagi, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (QS. Asy-Syu’ara: 88-89)
Wukuf di Arafah mengajarkan kita pentingnya persaudaraan—seiman, sebangsa, dan sekemanusiaan. Di tempat inilah 1.400 tahun lalu, Nabi Muhammad Saw. mendeklarasikan ukhuwah kemanusiaan:
“Wahai umat manusia, Tuhan kalian satu, nenek moyang kalian satu. Kalian semua anak turun Adam, dan Adam dicipta dari tanah. Tak ada keutamaan Arab atas non-Arab, putih atas hitam, kecuali dengan takwa.” (HR. Ahmad)
Jauh sebelum negara modern bicara tentang hak asasi manusia, di Arafah Nabi telah menyerukan penghargaan terhadap darah, harta, dan kehormatan manusia:

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
