Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Mei 2025 | 15.46 WIB

Cuaca Makkah Panas, Jamaah Haji Rentan Terkena Heatstroke, Dokter Ingatkan Jangan Sampai Dehidrasi

Calon jemaah haji Indonesia saat di Bir Ali. Mereka sudah mengenakan kain ihram dari hotel untuk mempercepat proses. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com) - Image

Calon jemaah haji Indonesia saat di Bir Ali. Mereka sudah mengenakan kain ihram dari hotel untuk mempercepat proses. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Jamaah haji Indonesia terus didorong dari Madinah menuju Makkah. Setibanya di Makkah, jamaah disambut cuaca yang cukup panas. dampaknya, jamaah rentan terserang heatstroke atau serangan panas. 

Menurut prakiraan cuaca, suhu di Makkah rata-rata di atas 40 derajat celsius. Bahkan pada Jumat 23 Mei pekan depan, suhu bisa mencapai 48 derajat celsius. Jauh di atas rata-rata suhu terpanas di Indonesia sekalipun. 

dr. Antonius Andi Kurniawan Sp.KO Subsp.ALK (k) dari Siloam Mampang mengatakan, di tengah cuaca panas itu, jamaah haji rawan terkena heatstroke. Serangan panas itu bisa memperparah kondisi jamaah haji yang sudah membawa penyakit penyerta dari tanah air. 

"Harus sering minum. Jangan haus dulu baru minum. Kalau sudah haus itu dehidrasi," katanya dalam diskusi kesehatan dan olahraga di Jakarta pada Kamis (15/5) petang.

Bagi dia upaya untuk menghidrasi tubuh adalah bagian dari pendinginan. Termasuk menyemprotkan air ke wajah ketika sedang di bawah terik matahari langsung. 

Kemudian yang tidak kalah penting adalah adaptasi dengan kondisi cuaca di Makkah. "Tubuh kita bisa beradaptasi dengan cuaca," lanjutnya.

Caranya adalah dengan sering berjalan kaki pada siang hari. Dalam konteks ibadah haji, jamaah sebelum diterbangkan ke Arab Saudi bisa latihan dahulu dengan memperbanyak aktivitas fisik. 

"Lalu pertanyaannya, berapa lama tubuh kita bisa beradaptasi," katanya. Andi mengatakan, latihan supaya tubuh bisa adaptasi terhadap cuaca adalah dua minggu. Jadi tidak cukup dengan latihan jalan kaki atau sejenisnya dalam satu hingga dua hari saja. 

Dia lantas menjelaskan apa itu heatstroke yang jadi ancaman serius jamaah haji maupun pelari atau masyarakat pada umumnya.

Dia mengatakan ketika seseorang beraktivitas di luar, termasuk berolahraga seperti lari dan lainnya, tubuh mengeluarkan panas. 

Ketika dalam waktu bersamaan ditambah suhu luar ruangan yang panas, tubuh akan merespons dengan melakukan pendinginan.

Caranya yaitu dengan mengeluarkan keringat. Jika keringat sudah keluar banyak, sistem pengatur suhu di tubuh bisa rusak. Kondisi inilah yang disebut heatstroke. 

"Yaitu rusaknya sistem pengatur suhu di tubuh. Kalau di mobil itu radiatornya rusak," katanya. Untuk itu, tubuh harus dijaga jangan sampai dehidrasi.

Kemudian sering-sering melakukan pendinginan dengan mengguyur atau menyemprotkan air. Serta latihan sebelumnya supaya tubuh bisa beradaptasi.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore