Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Mei 2025 | 14.19 WIB

Tak Mau Menyerah pada Keterbatasan, Muayatur Rohmah, Difabel asal Jember Akhirnya Berangkat Haji ke Tanah Suci

Muayatur Rohmah, jamaah haji difabel asal Jember. (PPIH Embarkasi Surabaya) - Image

Muayatur Rohmah, jamaah haji difabel asal Jember. (PPIH Embarkasi Surabaya)

JawaPos.com - Kata 'menyerah' sepertinya tidak dikenal dalam kamus hidup Muayatur Rohmah. Jamaah calon haji (JCH) difabel asal Jember ini membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk memenuhi panggilan Ilahi. 

Kedua kaki Muayatur tidak sempurna. Untuk memudahkan pergerakan selama di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, dia difasilitasi kursi roda.

Meski demikian, selama di Asrama Embarkasi Surabaya, Muayatur menunjukkan kemandirian yang patut diacungi jempol. Ia tak mau dibantu, selama merasa masih mampu.

Saat berangkat dari asrama haji, Muayatur menaiki bus yang akan mengantarkan dia menuju Bandara Juanda, dengan bertumpu pada kedua lututnya.

Tahun ini, Muayatur mendapat panggilan untuk berangkat ke tanah suci, menunaikan rukun Islam kelima. Satu hal yang sudah ia impikan sejak lama, saat kali pertama menabung untuk berangkat haji bertahun-tahun silam. 

Muayatur tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 32 Embarkasi Surabaya. Berkat semangat dan ketekunannya, jamaah berusia 77 tahun itu akhirnya akan menginjakkan kaki di tanah suci.

“Alhamdulillah atas segala limpahan karunia dari Allah SWT yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk berhaji di tanah suci,” tutur Muayatur di Asrama Embarkasi Surabaya dengan mata berkaca-kaca.

Bagi Muayatur, berhaji bukan perjuangan yang mudah. Di tengah keterbatasan fisiknya, Muayatur menabung dengan menyisihkan sedikit demi sedikit uang selama 13 tahun.

“Punya uang Rp 50 ribu, Rp 100 ribu atau berapapun itu, saya tabung sedikit demi sedikit, dengan niat dapat mendaftar haji,” terang Muayatur yang sehari-hari bekerja sebagai seorang penjahit.

Ia mengakui pendapatannya dari menjahit tidak menentu. Terlebih sejak suaminya meninggal dunia, Muayatur tinggal bersama keponakan yang ia rawat sejak kecil dan kini sudah berumah tangga.

"Alhamdulillah masih ada sebidang sawah, yang meskipun ukurannya tidak terlalu luas tetapi sangat membantu saya untuk memenuhi keperluan sehari-hari dan melunasi biaya haji,” sambung Muayatur.

"Saya masih punya semangat walaupun kondisi saya seperti ini. Saya tidak ingin merepotkan sepupu saya yang setia menemani saya selama perjalanan ini. Semua saya niatkan untuk ibadah kepada Allah," imbuh Muayatur. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore