
Calon jemaah haji Indonesia menerima bunga mawar saat tiba di hotel Al Ghadeer, Makkah setelah perjalanan dari Madinah. (Media Center Haji 2025)
JawaPos.com – Suasana penuh haru dan semangat menyambut kedatangan kloter JKG 01 di Hotel Al Ghadeer, Makkah, pada Sabtu (10/5) siang.
Rombongan yang berjumlah 380 calon jemaah haji tiba di lobi hotel sekitar pukul 14.05 Waktu Arab Saudi (atau sekitar 18.05 WIB) setelah menempuh perjalanan darat dari Madinah selama sekitar 6–7 jam.
Kehadiran mereka menandai dimulainya fase pendorongan gelombang pertama jemaah haji Indonesia dari Madinah ke Makkah, yang hari ini melibatkan 7 kloter dengan total 2.864 jemaah yang diangkut menggunakan 73 bus.
Kedatangan JKG 01 disambut langsung oleh Ketua PPIH Arab Saudi, Muchlis Hanafi, bersama Konsul Jenderal RI di Jeddah, Konsul Haji, dan jajaran Kementerian Agama.
Suasana di pintu masuk hotel dibuat semeriah mungkin: balon merah-putih menghiasi gapura penyambutan, air zamzam dibagikan, serta hadiah kecil diserahkan ke jemaah sebagai simbol hangatnya sambutan.
“Di sini oleh syarikat penyedia layanan disambut dengan cukup meriah, dengan bunga, dengan jamuan-jamuan, bahkan juga dengan selawatan yang membuat jamaah kita itu merasa seperti di rumah sendiri,” ujar Muchlis.
JKG 01 akan dilayani oleh syarikah Dhuyuf Al-Baits selama berada di Makkah. Seluruh jemaah yang tiba telah mengenakan ihram dari Madinah dan akan segera menjalani umrah wajib setelah beristirahat.
“Alhamdulillah semua jamaah yang datang di Hotel Al Ghadeer ini, datang dengan keadaan selamat. Mereka sudah menggunakan kain ihram untuk selanjutnya melaksanakan umrah wajibnya,” imbuhnya.
Muchlis mengingatkan bahwa meski nuansa spiritual terasa kuat, jemaah tetap harus menjaga kewaspadaan terhadap kondisi fisik dan aturan selama berada di Arab Saudi.
“Kami menghimbau kepada jamaah haji yang sudah datang di Makkah ini. Pertama tentu harus memperhatikan regulasi yang ada di Arab Saudi. Terutama Nusuk itu jangan sampai tertinggal karena itu identitas jemaah selama di sini.”
Ia juga mengingatkan cuaca yang mulai panas ekstrem di Makkah. Puncaknya nanti, suhu bisa mencapai 46 hingga 48 derajat Celsius, terutama saat puncak ibadah haji di awal Juni 2025.
“Perhatikan juga faktor cuaca yang sekarang sudah mulai agak panas. Aktivitas di luar itu bisa dibatasi demi menjaga stamina mereka selama berada di Makkah.”
Terkait pelaksanaan umrah wajib, Muchlis memastikan hal itu akan diatur secara fleksibel oleh masing-masing ketua rombongan sesuai kesiapan jemaah.
“Umrah wajibnya nanti diatur berdasarkan kesiapan jamaah. Setelah perjalanan 6–7 jam, mereka beristirahat dulu. Nanti akan diatur oleh masing-masing kelompok.”
Dengan tibanya kloter pertama di Makkah, seluruh sistem layanan akomodasi, konsumsi, dan ibadah kini mulai bergerak penuh. PPIH berharap semangat jemaah tetap terjaga, dan semua proses berjalan lancar hingga puncak haji tiba.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
